hainews.co.id – Banyak umat Islam bertanya-tanya, kapan Maulid Nabi Muhammad SAW 2025 diperingati? Seperti diketahui, Maulid Nabi selalu jatuh pada 12 Rabiul Awal dalam kalender hijriah. Namun, tanggal peringatannya dalam kalender masehi bisa berbeda tergantung metode penetapan yang digunakan oleh pemerintah, Nahdlatul Ulama (NU), dan Muhammadiyah.
Agar tidak bingung, berikut ini penjelasan lengkap mengenai jadwal Maulid Nabi 2025 versi pemerintah, NU, dan Muhammadiyah, lengkap dengan penjelasan mengenai perbedaan metode penanggalannya.
Jadwal Maulid Nabi 2025 Versi Pemerintah
Berdasarkan SKB 3 Menteri (Nomor 933 Tahun 2025, Nomor 1 Tahun 2025, dan Nomor 3 Tahun 2025) tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama, pemerintah menetapkan bahwa:
Maulid Nabi Muhammad SAW 2025 jatuh pada Jumat, 5 September 2025, yang bertepatan dengan 12 Rabiul Awal 1447 H.
Tanggal ini ditetapkan sebagai hari libur nasional. Karena jatuh pada hari Jumat, masyarakat bisa menikmati long weekend yang dapat dimanfaatkan untuk beribadah atau berkumpul bersama keluarga.
Jadwal Maulid Nabi 2025 Versi NU dan Muhammadiyah
Versi NU
Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU) menetapkan:
-
1 Rabiul Awal 1447 H: Senin, 25 Agustus 2025
-
Maka, 12 Rabiul Awal 1447 H: Jumat, 5 September 2025
Dengan demikian, jadwal Maulid Nabi versi NU sama dengan pemerintah, yakni jatuh pada 5 September 2025.
Versi Muhammadiyah
Sementara itu, Muhammadiyah menggunakan metode hisab berdasarkan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT). Menurut perhitungan KHGT:
-
1 Rabiul Awal 1447 H: Minggu, 24 Agustus 2025
-
Maka, 12 Rabiul Awal 1447 H: Kamis, 4 September 2025
Artinya, Muhammadiyah menetapkan Maulid Nabi sehari lebih awal, yaitu pada Kamis, 4 September 2025.
Perbedaan ini wajar karena setiap lembaga menggunakan metode perhitungan hilal (bulan) yang berbeda. Namun, tujuan peringatan tetap sama: meneladani akhlak dan perjuangan Nabi Muhammad SAW.
Makna dan Tradisi Maulid Nabi di Indonesia
Lebih dari sekadar penanggalan, Maulid Nabi adalah momentum spiritual untuk memperkuat cinta umat kepada Rasulullah SAW. Di berbagai daerah di Indonesia, perayaan Maulid Nabi telah menjadi tradisi turun-temurun selama berabad-abad.
Menurut Kementerian Agama RI, masyarakat dianjurkan untuk:
-
Membaca shalawat nabi
-
Melakukan dzikir dan tadarus Al-Qur’an
-
Menggelar pengajian sirah nabawiyah (sejarah hidup Nabi)
-
Melaksanakan doa bersama
-
Mengadakan kegiatan sosial, seperti santunan atau pembagian makanan
Tradisi khas seperti pembacaan Barzanji, selawat beramai-ramai, hingga kirab budaya juga sering digelar di berbagai daerah sebagai bentuk penghormatan dan kecintaan kepada Rasulullah SAW.
Tinggalkan Balasan