hainews.co.id – Forbes kembali merilis daftar Real Time Billionaires pada awal Februari 2026. Daftar ini mencerminkan kondisi kekayaan para miliarder dunia, termasuk Indonesia, yang dihitung secara real time mengikuti naik-turunnya harga saham dan nilai aset di pasar global.
Berdasarkan data per Senin (2/2/2026), jajaran orang terkaya di Indonesia masih didominasi oleh konglomerat yang menguasai sektor-sektor strategis, seperti petrokimia, pertambangan, perbankan, hingga teknologi digital. Meski terjadi dinamika pasar yang cukup tajam dalam sebulan terakhir, nama-nama besar tetap bertahan di papan atas.
Satu nama masih kokoh di puncak: Prajogo Pangestu.
Prajogo Pangestu Masih Teratas, Meski Kekayaan Turun Tajam
Pendiri PT Barito Pacific itu kembali dinobatkan sebagai orang terkaya di Indonesia. Namun, kekayaannya tercatat mengalami penurunan signifikan dalam satu bulan terakhir.
Pada awal Januari 2026, total kekayaan Prajogo berada di kisaran 38,9 miliar dollar AS atau setara Rp 652,5 triliun. Angka tersebut turun menjadi 30,4 miliar dollar AS atau sekitar Rp 509 triliun per 2 Februari 2026.
Meski menyusut, jarak kekayaan Prajogo dengan para pesaingnya masih terbilang jauh, membuat posisinya sebagai orang terkaya di Tanah Air belum tergoyahkan.
Dominasi Tambang, Perbankan, dan Teknologi
Di bawah Prajogo, daftar orang terkaya Indonesia masih diisi nama-nama lama yang konsisten bertahan, seperti Low Tuck Kwong dari sektor pertambangan batu bara serta duo bersaudara Robert Budi Hartono dan Michael Hartono dari Grup Djarum dan Bank Central Asia (BCA).
Menariknya, sektor teknologi pusat data juga semakin menonjol. Dua petinggi PT DCI Indonesia Tbk, yakni Otto Toto Sugiri dan Marina Budiman, kembali masuk jajaran elite miliarder Indonesia, seiring pesatnya pertumbuhan bisnis data center di Tanah Air.
Berikut daftar lengkap 10 orang terkaya di Indonesia pada awal Februari 2026, berdasarkan Forbes Real Time Billionaires:
-
Prajogo Pangestu – Kekayaan 30,4 miliar dollar AS (Rp 509 triliun)
Pendiri PT Barito Pacific, bergerak di sektor petrokimia dan energi. -
Low Tuck Kwong – 22,3 miliar dollar AS (Rp 374 triliun)
Pendiri PT Bayan Resources, raksasa tambang batu bara. -
Robert Budi Hartono – 20,1 miliar dollar AS (Rp 337 triliun)
Pemilik saham utama BCA dan pendiri Grup Djarum. -
Michael Hartono – 19,3 miliar dollar AS (Rp 323 triliun)
Saudara Robert Budi Hartono, juga pemilik saham BCA dan Grup Djarum. -
Tahir dan Keluarga – 10,5 miliar dollar AS (Rp 176 triliun)
Pendiri Mayapada Group, aktif di sektor kesehatan, properti, dan perbankan. -
Otto Toto Sugiri – 8,7 miliar dollar AS (Rp 145 triliun)
CEO dan pendiri PT DCI Indonesia Tbk, pionir pusat data nasional. -
Sri Prakash Lohia – 8,4 miliar dollar AS (Rp 140 triliun)
Pendiri Indorama Corporation, raksasa tekstil dan petrokimia. -
Marina Budiman – 6,2 miliar dollar AS (Rp 104 triliun)
Presiden Komisaris dan pendiri PT DCI Indonesia Tbk. -
Lim Hariyanto Wijaya Sarwono – 6 miliar dollar AS (Rp 100 triliun)
Pemilik saham mayoritas Bumitama Agri, produsen minyak kelapa sawit. -
Agoes Projosasmito – 5,9 miliar dollar AS (Rp 98 triliun)
Presiden Komisaris Amman Mineral Internasional, perusahaan tambang tembaga dan emas.
Peringkat Bisa Berubah Kapan Saja
Forbes menegaskan bahwa daftar miliarder ini bersifat dinamis. Peringkat dan nilai kekayaan dapat berubah sewaktu-waktu, tergantung pergerakan harga saham, fluktuasi pasar global, serta kinerja bisnis masing-masing perusahaan.
Namun satu hal tetap jelas: peta kekayaan di Indonesia masih dikuasai oleh konglomerat yang bermain di sektor-sektor kunci ekonomi nasional dan persaingan di papan atas tetap berlangsung ketat.


Tinggalkan Balasan