hainews.co.id – Hari ke-4 Ramadhan 1447 Hijriah di Jakarta Timur jatuh pada Ahad, 22 Februari 2026. Waktu sahur pun segera tiba. Seperti diketahui, setiap wilayah di seluruh Indonesia memiliki jadwal imsakiyah masing-masing sebagai pengingat waktu sahur dan berbuka puasa.
Informasi jadwal imsak dan waktu shalat ini dikutip dari situs resmi Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama, yang setiap tahunnya merilis jadwal lengkap selama bulan Ramadhan hingga akhir bulan suci.
Berikut jadwal imsakiyah dan waktu shalat bagi Anda yang berada di Jakarta Timur pada 4 Ramadhan 1447 H:
Minggu, 22 Februari 2026 | 4 Ramadhan 1447 H
-
Imsak: 04.32 WIB
-
Subuh: 04.42 WIB
-
Terbit: 05.55 WIB
-
Duha: 06.23 WIB
-
Zuhur: 12.10 WIB
-
Ashar: 15.18 WIB
-
Magrib: 18.17 WIB
-
Isya: 19.27 WIB
Umat Islam diimbau untuk memperhatikan waktu imsak sebagai pengingat agar segera menyudahi makan dan minum sebelum memasuki waktu Subuh.
Penetapan Awal Ramadhan 1447 H
Pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia menetapkan awal puasa 1 Ramadhan 1447 Hijriah jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Keputusan tersebut diambil setelah Sidang Isbat yang digelar di Kantor Kemenag, Jakarta, pada Selasa (17/2/2026) sore.
Sidang dipimpin oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar. Penetapan dilakukan karena hilal tidak teramati pada Selasa petang, sesuai dengan perkiraan Tim Hisab Rukyat Kemenag yang menyebut posisi hilal belum memenuhi kriteria visibilitas MABIMS (Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura).
Tahun ini, awal Ramadhan tidak berlangsung serentak. Muhammadiyah memulai puasa lebih awal, yakni pada Rabu, 18 Februari 2026, berdasarkan metode hisab yang digunakan organisasi tersebut.
Meski terdapat perbedaan dalam penetapan awal puasa, hal itu tidak mengurangi sahnya ibadah Ramadhan. Umat Islam di Indonesia diimbau untuk saling menghormati dan menjaga persatuan.
Sidang Isbat sendiri melibatkan berbagai organisasi kemasyarakatan Islam, pakar falak, serta lembaga astronomi. Penentuan dilakukan melalui metode integrasi hisab dan rukyatul hilal guna menjaga keseragaman sekaligus menghormati perbedaan metode yang berkembang di tengah masyarakat.


Tinggalkan Balasan