“Kami mengambil langkah yang terbaik yaitu dengan menghancurkan seluruh perlatan makan yang ada di Baso Afung,” tambah mereka.

Setelah tindakan dari pihak restoran, akhirnya Jovi Adhiguna juga mengakui kesalahannya dan meminta maaf atas insiden yang telah terjadi.

Melalui akun Instagram pribadinya @joviadhiguna, Jovi menyatakan bahwa semua itu murni adalah kesalahan dan kelalaian dari dirinya. Dia juga menyampaikan permohonan maaf kepada semua pihak terutama kepada manajemen Baso Afung.

“Semuanya adalah kesalahan dan kelalaian saya,” kata Jovi Adhiguna dalam unggahan Instagram.

“Aku dan pihak Baso A Fung sudah menyelesaikan semuanya dengan baik-baik, terima kasih kepada semua yang sudah membukakan pintu maaf kepadaku,” tambahnya.

Kejadian ini mengingatkan kita pentingnya tetap menjaga sensitivitas budaya dan agama dalam setiap tindakan dan konten yang kita bagikan di media sosial.

Semoga peristiwa ini menjadi pembelajaran bagi semua pihak untuk lebih berhati-hati dalam berbicara dan berperilaku di dunia maya.