hainews.co.id – Menjaga kebugaran tubuh selama bulan Ramadhan tetap penting, meski aktivitas fisik perlu disesuaikan. Di tengah tren olahraga padel yang kian populer, muncul pertanyaan: apakah olahraga ini aman dilakukan saat berpuasa?
Dokter dari RS Sari Asih Ciputat, dr Doni Revai, menjelaskan bahwa bermain padel saat puasa pada dasarnya boleh dilakukan, asalkan memperhatikan waktu dan durasi.
Waktu dan Durasi Terbaik
Menurut Doni, padel sebaiknya dilakukan secara terbatas, sekitar 45 menit menjelang waktu berbuka puasa.
“Sebisa mungkin bermain ganda, pilih lapangan indoor dengan sirkulasi udara yang baik atau ber-AC untuk menekan penguapan cairan tubuh,” ujarnya, Sabtu (28/2/2026), dikutip dari Antara.
Ia menjelaskan, padel merupakan olahraga yang bermanfaat untuk membakar lemak, memperkuat otot jantung, serta melancarkan sirkulasi darah. Namun, saat berpuasa, intensitas latihan dan kondisi lingkungan harus menjadi perhatian utama untuk mencegah dehidrasi dan kelelahan berlebih.
Pilihan Olahraga Lain Saat Puasa
Selain padel, masyarakat dapat memilih olahraga ringan lainnya selama Ramadhan, seperti:
-
Jalan santai untuk menjaga sirkulasi darah tanpa membebani jantung
-
Bersepeda santai di sore hari sambil menunggu waktu berbuka
-
Yoga yang fokus pada pernapasan dan peregangan
-
Latihan angkat beban ringan untuk menjaga massa otot
Doni menjelaskan, saat berpuasa tubuh lebih banyak menggunakan cadangan lemak sebagai sumber energi, meskipun glukosa tetap dipakai dalam jumlah terbatas. Oleh karena itu, olahraga dengan intensitas berat sebaiknya dihindari.
Ia juga menyebutkan tiga waktu terbaik untuk berolahraga selama puasa, yakni satu jam sebelum berbuka, setelah berbuka, dan setelah sahur.
“Menjalankan ibadah puasa bukan alasan untuk berhenti bergerak. Kuncinya bukan pada intensitas, melainkan pada manajemen waktu dan jenis gerakan,” katanya.
Perhatikan Kondisi Kesehatan
Meski demikian, olahraga saat puasa tetap perlu kehati-hatian, terutama bagi individu dengan kondisi kesehatan tertentu.
Penderita diabetes berisiko mengalami hipoglikemia atau penurunan kadar gula darah. Sementara itu, mereka yang memiliki tekanan darah rendah rentan mengalami pusing hingga pingsan saat beraktivitas fisik.
Olahraga dalam kondisi perut kosong juga dapat memicu gangguan irama jantung akibat perubahan ritme dan dehidrasi, serta meningkatkan risiko asam lambung naik jika dilakukan berlebihan.
“Olahraga saat puasa adalah tentang menjaga kebugaran, bukan mengejar rekor pribadi. Dengan memilih waktu yang tepat dan jenis olahraga ringan, tubuh tetap bisa bugar hingga Lebaran,” tutur Doni.


Tinggalkan Balasan