Zainal Arifin Mochtar menambahkan bahwa persaingan politik dan perang kekuasaan yang terjadi saat ini merupakan hasil dari kolaborasi yang dilakukan oleh pihak-pihak tertentu yang memiliki akses kunci dalam dunia politik.

Dia juga mengajak penonton untuk melihat film ini sebagai panggilan untuk bertindak dan mengambil sikap terhadap fenomena kecurangan pemilu.

Dalam film tersebut, Bivitri Susanti dan rekan-rekannya menjelaskan bagaimana kekuasaan digunakan untuk mempertahankan status quo, yaitu situasi yang sudah ada dan dianggap stabil oleh pihak-pihak yang berkuasa.

Mereka menggunakan berbagai fakta dan data untuk mendukung argumen mereka tentang pentingnya mengungkap dan menghukum pelaku kecurangan demi menjaga integritas proses demokrasi.

Zainal Arifin Mochtar juga menyoroti pentingnya film ini sebagai alat untuk memberikan hukuman sosial terhadap fenomena kecurangan pemilu.

Dia menyebut film ini sebagai sebuah monumen yang mencerminkan peran masyarakat dalam melahirkan pemimpin seperti Presiden Jokowi.