“Peserta sebanyak 24 orang. Mereka dari unsur petani, P3A, Kelompok tani, KWT, dan pemuda tani dari wilayah KEP,” tambah Mathias.

Kabid PSP Dinas Petanian Kabupaten Nagekeo, Hieronimus Paga menjelaskan, ToF dilaksanakan sebagai tindak lanjut dari kegiatan Taining of Trainers (ToT) di Batangkaluku Provinsi Sulawesi Selatan belum lama ini.

Adanya kegiatan ToF peserta diharapkan menjadi agen perubahan terhadap poktan dan petani lainya. Terlebih dalam melaksanakan pembangunan pertanian yang membutuhkan teknologi dan inovasi lebih khusus dalam penerapan teknologi CSA, lanjutnya.

Para peserta sendiri mendapat banyak materi selama kegiatan berlangsung. Misalnya tentang pemodelan prediksi pola curah hujan untuk adaptasi pola tanam, penerapan pertanian ramah lingkungan, hingga cara seleksi benih menggunakan telur dan garam.

Secara terpisah, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi menyatakan bahwa akibat dari perubahan iklim ekstrem, terjadi serangan hama penyakit tanaman di mana-mana dan sehingga menyebabkan sistem produksi di sentra pangan dunia terganggu.