hainews.co.id – Mata yang tampak sayu, berat, dan seperti selalu mengantuk kerap dianggap sepele. Padahal, kondisi tersebut bisa menjadi tanda ptosis atau blefaroptosis, yakni gangguan pada kelopak mata yang berpotensi mengganggu penglihatan.
Dokter Spesialis Mata RSPAU dr. Suhardi Hardjolukito, Doni Widyadana MHPE, PhD, SpM(K), menjelaskan bahwa ptosis adalah kondisi turunnya kelopak mata atas sehingga menutupi sebagian atau seluruh pupil mata.
“Secara medis, mata yang tampak mengantuk sering disebabkan oleh ptosis. Namun, perlu diingat, tidak semua mata mengantuk pasti ptosis,” ujar Doni saat dihubungi media, Senin (5/1/2026).
Ia menambahkan, jika kelopak mata turun hingga membuat mata terlihat berat, sayu, atau kurang segar, maka ptosis sangat mungkin menjadi penyebabnya. Meski demikian, kondisi ini juga bisa dipicu oleh faktor lain, seperti kulit kelopak mata berlebih, lemak kelopak menonjol, mata cekung, kelelahan, hingga dehidrasi.
Apa Itu Ptosis?
Ptosis (dibaca: to-sis) adalah kondisi turunnya kelopak mata atas secara tidak normal, baik pada satu mata maupun kedua mata. Secara anatomi, ptosis terjadi ketika otot pengangkat kelopak mata atas (levator palpebrae superioris) atau saraf yang mengendalikannya tidak bekerja secara optimal.
Dari sisi klinis, ptosis ditandai dengan posisi kelopak mata yang lebih rendah dari normal. Tingkat keparahannya pun bervariasi, mulai dari ringan hingga berat. Pada kasus yang berat, ptosis bahkan dapat mengganggu lapang pandang dan aktivitas sehari-hari.
Penyebab Ptosis
Menurut Doni, terdapat lima faktor utama yang dapat menyebabkan ptosis. Namun, penyebab paling sering adalah proses penuaan.
“Pada banyak kasus, otot kelopak mata masih cukup kuat, tetapi jaringan tendonnya (aponeurosis) meregang atau terlepas. Ini umumnya terjadi pada usia lanjut,” jelasnya.
Berikut lima penyebab ptosis yang perlu diketahui:
1. Ptosis Aponeurotik (Usia dan Penuaan)
Terjadi akibat peregangan atau pelepasan tendon pengangkat kelopak mata. Kondisi ini sering dialami lansia, orang yang terbiasa mengucek mata, pengguna lensa kontak jangka panjang, atau setelah menjalani operasi mata. Kelelahan juga dapat membuat kelopak mata tampak semakin turun.
2. Ptosis Neurogenik (Gangguan Saraf)
Disebabkan oleh gangguan saraf yang mengontrol kelopak mata, seperti pada sindrom Horner, stroke, tumor, atau cedera saraf.
3. Ptosis Miogenik (Gangguan Otot)
Contohnya pada penderita myasthenia gravis, di mana ptosis bersifat hilang-timbul, memburuk saat lelah, dan membaik setelah istirahat.
4. Ptosis Mekanik
Terjadi akibat beban berat pada kelopak mata, seperti tumor, kista, pembengkakan, atau kulit kelopak yang berlebih.
5. Ptosis Traumatik
Umumnya disebabkan oleh benturan atau luka yang mengenai kelopak mata maupun saraf di sekitarnya.
Gejala Ptosis yang Perlu Diwaspadai
Gejala ptosis dapat berbeda-beda tergantung tingkat keparahannya. Namun, tanda yang paling sering muncul antara lain:
-
Kelopak mata tampak turun
-
Mata terlihat sayu atau mengantuk
-
Mata kiri dan kanan tampak tidak simetris
Pada kondisi tertentu, ptosis juga bisa menimbulkan keluhan lanjutan, seperti:
-
Pandangan bagian atas terganggu
-
Mata cepat lelah saat membaca
-
Sering mengangkat alis atau mendongakkan kepala
Khusus pada anak-anak, ptosis yang tidak ditangani dapat menyebabkan gangguan perkembangan penglihatan.
Cara Mengatasi Ptosis
Doni menegaskan bahwa ptosis dapat diatasi, tetapi penanganannya harus disesuaikan dengan penyebab dan tingkat keparahan.
1. Penanganan Non-Operasi
Pada ptosis miogenik, seperti myasthenia gravis, pengobatan dapat dilakukan dengan terapi atau obat untuk penyakit dasarnya. Ptosis ringan dan fungsional juga bisa ditangani dengan observasi. Sementara itu, ptosis yang bersifat sementara umumnya akan membaik dengan sendirinya.
2. Operasi Ptosis
Tindakan operasi dilakukan oleh dokter mata subspesialis okuloplasti. Prosedur ini bertujuan mengangkat kelopak mata sekaligus memperbaiki fungsi dan estetika mata. Jenis operasi akan disesuaikan dengan kekuatan otot levator, penyebab ptosis, serta derajat keparahannya.
Kapan Harus ke Dokter?
Doni mengimbau masyarakat untuk segera memeriksakan diri jika ptosis muncul secara tiba-tiba.
“Segera periksa ke dokter bila ptosis terjadi mendadak dan disertai nyeri kepala, penglihatan ganda, perubahan ukuran pupil, atau kelumpuhan wajah,” tegasnya.


Tinggalkan Balasan