Jurnal Suluh Tani disusun sebagai media informasi untuk menyebarluaskan hasil penelitian dan pengkajian serta review artikel ilmiah di bidang pertanian. Hal tersebut untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan serta profesionalisme penyuluh pertanian, widyaiswara, dosen, peneliti, fungsional lain di bidang pertanian serta sebagai sumber informasi bagi pengambil kebijakan, pelaku dan pemerhati pembangunan pertanian Indonesia.
Sedangkan e Pusluh, menurut Dedi adalah sebuah sistem pemantauan, evaluasi dan pelaporan berbasis teknologi informasi yang bisa diakses oleh pelaksana dan pengambil keputusan di setiap tingkatan.
“e Pusluh berfungsi untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi monev kegiatan penyuluhan pertanian, menyederhanakan alur pelaporan kegiatan penyuluhan, serta menyediakan data capaian realisasi indikator kinerja utama,” jelas Dedi.
Kabadan menambahkan, saat ini kita sedang dalam kondisi yang tidak biasa-biasa saja. Kita sedang menghadapai krisis pangan global dan komoditas-komoditas tertentu terutama impor harganya melejit tidak karu-karuan. Harga komoditas pangan kita, harganya meroket terutama kedelai. Krisis pangan global ditandai dengan harga pangan yang melejit di pasar global. Selain dampak akumulatif dari Covid-19, di saat yang sama climate change mengintai kita. Pelan tapi pasti sudah meluluhlantakan seluruh sendi-sendi kehidupan kita
3 Komentar