Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi menyatakan program YESS ini dirancang untuk menghasilkan wirausahawan muda pedesaan di bidang pertanian dan untuk menghasilkan tenaga kerja yang kompeten di bidang pertanian.
“Keberhasilan program YESS akan menjadi percontohan dan tolok ukur untuk pelaksanaan program pengembangan pemuda tani dan kewirausahaan muda di tingkat nasional maupun internasional. Dengan demikian maka pengelolaannya harus dilakukan dengan baik, oleh tenaga yang profesional dan berkomitmen tinggi,” tutur Dedi.
Kegiatan DMSF mengambil tempat di Baruga B Kantor Bupati Maros.Sebagai informasi Kabupaten Maros merupakan salah satu dari empat lokasi sasaran program YESS di Sulawesi Selatan selain Bone, Bantaeng, dan Bulukumba.
Unsur stakeholder yang hadir dalam kegiatan DMSF yaitu Kepala Bappelitbangda Kabupaten Maros, Project Manager Program YESS PPIU Sulsel beserta TIM, Kadispora, Camat, Pihak Perbankan (Bank Sulselbar, BNI, BRI, Mandiri), Koordinator BPP, P4S, pemuda tani, dan Mobilizer.
Tinggalkan Balasan