Sejalan dengan hal itu Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi mengatakan bahwa bisnis pertanian wajib berorientasi pasar, untuk makanan pokok pasti kebutuhan tidak pernah berkurang, karena jual produk bertambah terus.

“Sudah saatnya agribisnis pertanian berorientasi pada pasar,” ujar Dedi  pada arahan agenda Ngobrol Asyik (Ngobras) volume 40, yang bertemakan Warung Smart Farm Solusi Pemasaran Hasil Pertanian,  Selasa (4/10).

Selanjutnya Dedi menekankan bahwa market inteligent petani dan penyuluh harus kuat, sehingga bisa menguasai pasar. Peluang pasar untuk produk pertanian terbuka lebar.

Direktur WSF Kabupaten Tangerang Provinsi Banten, Muhammad Obo hadir sebagai narasumber menjelaskan, salah satu permasalahan petani adalah pemasaran.

“Di saat panen harga produksi menurun atau dipermainkan oleh tengkulak, sehingga hasil tani tidak sesuai dengan biaya operasional yang dikeluarkan oleh petani,” ungkapnya.

Warung Smart Farm, kata Muhammad Obo, hadir sebagai salah satu solusi untuk menampung hasil petani binaan smartfarm yang tersebar di 10 Kecamatan se-kabupaten tangerang sebanyak 200 petani dengan beberapa komunitas hortikultura dan tanaman pangan.