Kelompok penganut aliran Kejawen di pedesaan juga melaksanakan ritual 1 Suro.

Mereka menyambut tahun baru Jawa dengan melakukan tirakatan atau selamatan.

Bulan Suro juga dianggap sebagai bulan yang kurang baik atau bulan kesialan dalam kepercayaan Jawa.

Hal ini dimaksudkan agar masyarakat tidak mengadakan pesta yang akan menyaingi ritual-ritual kraton seperti jamasan dan Mubeng Benteng.

Oleh karena itu, di lingkungan Jawa, biasanya tidak ada pernikahan di bulan Suro.

Tetap saja, apakah Anda memutuskan untuk memperingati malam 1 Suro dengan aktivitas apa pun, semua tergantung pada pilihan Anda.

Mitos selalu ada bagi mereka yang mempercayainya.