Secara politik, peristiwa ini mengguncang stabilitas pemerintahan dan membuka jalan bagi kekuasaan militer di Indonesia yang dipimpin oleh Soeharto.

PKI dinyatakan sebagai organisasi terlarang dan komunis menjadi stigma yang sangat negatif di Indonesia.

 

Peristiwa ini juga mengubah arah perjalanan sejarah Indonesia.

Banyak program dan kebijakan yang sebelumnya diusung oleh PKI, seperti nasionalisasi perusahaan asing dan reforma agraria, dihentikan atau diubah oleh pemerintah Soeharto.

Eksistensi PKI di Indonesia praktis dihancurkan dan orang-orang yang pernah terlibat dengan PKI atau dianggap terlibat menjadi sasaran persekusi dan diskriminasi.

 

Meskipun sudah berlalu lebih dari lima puluh tahun, peristiwa 30-S-PKI masih menjadi topik yang sensitif dan kontroversial di Indonesia.

Bagi beberapa orang, peristiwa ini dianggap sebagai pembersihan yang diperlukan untuk menjaga keutuhan negara, sementara bagi yang lain, masih ada tanda tanya dan isu tentang pelanggaran HAM yang terjadi selama Operasi Tumpas.