Prolaps uteri, yang juga dikenal sebagai turunnya rahim, adalah kondisi di mana rahim mengalami penurunan atau pergeseran dari posisi normalnya.

Ini terjadi ketika ligamen dan otot yang mendukung rahim melemah, menyebabkan rahim turun ke dalam vagina.

Prolaps uteri dapat terjadi pada wanita dari segala usia, tetapi lebih umum terjadi pada wanita yang telah melahirkan anak, mengalami menopause, atau memiliki faktor risiko lain seperti obesitas atau tekanan intra-abdominal yang kronis.

Ada beberapa jenis prolaps uteri yang dapat terjadi, termasuk:

-Prolaps uteri ringan: Pada tingkat ini, rahim hanya turun sedikit ke dalam vagina dan mungkin tidak menyebabkan gejala yang signifikan.

-Prolaps uteri sedang: Pada tingkat ini, rahim turun lebih jauh ke dalam vagina dan dapat menimbulkan gejala seperti sensasi berat atau tekanan di panggul, rasa tidak nyaman saat berhubungan seks, atau masalah buang air kecil.

-Prolaps uteri parah: Pada tingkat ini, rahim turun sepenuhnya ke dalam vagina atau bahkan keluar dari vagina. Gejala yang mungkin timbul termasuk nyeri panggul yang parah, masalah buang air kecil atau besar, dan kesulitan dalam melakukan aktivitas sehari-hari.