Versi lain dari E.R. Scidmore, seorang wisatawan Amerika yang tinggal di Batavia pada akhir abad ke-19, juga menyebutkan adanya seni jalanan berupa tarian boneka raksasa yang diarak ramai-ramai oleh masyarakat. Dalam bukunya, Java, The Garden of The East, ia mengisahkan pengalamannya melihat pertunjukan tersebut.
Cerita turun-temurun dari sesepuh Betawi juga menyebutkan bahwa ondel-ondel sudah ada sejak zaman nenek moyang. Dahulu, Boneka raksasa digunakan dalam upacara tolak bala untuk mengusir wabah penyakit dan gangguan roh halus. Hingga kini, Boneka raksasa masih sering digunakan dalam pesta rakyat, pernikahan, dan penyambutan tamu terhormat.
Bentuk dan Pertunjukan Ondel-Ondel
Ondel-ondel berbentuk boneka raksasa yang terbuat dari anyaman bambu, dihiasi pakaian dan aksesori yang menyerupai manusia. Boneka ini digerakkan dari dalam oleh seseorang, biasanya laki-laki karena bebannya cukup berat. Biasanya, ondel-ondel dibuat berpasangan seperti pengantin, dengan Boneka raksasa laki-laki berwarna merah melambangkan semangat dan keberanian, dan Boneka raksasa perempuan berwarna putih yang menandakan kesucian dan kebaikan.
2 Komentar