Sebagai informasi, kebutuhan gula nasional mencapai 9,1 juta ton yang terdiri dari gula konsumsi 3,4 juta ton dan gula industri 5,7 juta ton.
Oleh karena itu, untuk memenuhi target tersebut, Kementerian Pertanian melakukan langkah terutama untuk kondisi eksisting melalui intensifikasi berupa rawat ratoon seluas 206.478 hektar dan bongkar ratoon seluas 298.298 hektar yang dilakukan selama 5 tahun pada lahan tebu rakyat.
Selain itu, dilakukan juga upaya ekstensifikasi berupa penambahan luas areal tebu berdasarkan Perpres 40 tahun 2023 sebesar 700.000 hektar dengan penambahan pabrik gula baru sebanyak 30 unit yang terintegrasi antara kebun dan pabrik.
Menanggapi hal itu, Direktur Utama PT Sinergi Gula Nusantara (SGN), Mahmudi menyampaikan bahwa pihaknya akan terus melakukan perbaikan utamanya dalam aspek budidaya agar swasembada gula bisa diwujudkan.
“8 ton per hektar dengan luasan yang ada sekarang, saya kira swasembada untuk konsumsi akan tercapai di tahun 2028 bahkan bisa lebih cepat,” ungkap Mahmudi.
2 Komentar