Selaku Penyuluh Pertanian pendamping, Fajar mengungkapkan jika teknologi CSA yang telah diterapkan diantaranya adalah penggunaan pupuk organik, pestida nabati, pemupukan berimbang sesuai Perangkan Uji Tanah Sawah (PUTS) dan pengairan berselang.

Di lokasi lainnya hasil ubinan Kelompok Tani Mekar Sari di Desa Hulubanteng, terungkap jika hasil rata-rata ubinan mencapai 5.772 kilogram. “Untuk GKP (Gabah Kering Panen) 9,236 ton dikonversi menjadi GKG (Gabah Kering Giling) menjadi 7,573 ton, ujarnya.

Fajar mengatakan bahwa hasil ubinan tersebut mengindikasikan bahwa penerapan teknologi CSA memberikan dampak yang positif terhadap para penerima Program SIMURP dan bisa diimplementasikan di musim-musim tanam selanjutnya. (NF)