Melalui program kegiatan SIMURP telah ditumbuhkan sebanyak 117 KEP, salah satunya adalah KEP Bumi Lestari yang beranggotakan 27 orang dan diketuai oleh Yusuf Priyandono Putro, petani milenial dari Kabupaten Jember.
Banyak manfaat yang diperoleh setelah kelompoknya bertrasformasi menjadi KEP. Anggota kelompoknya jadi lebih aktif jadi informasi untuk kemajuan usahanya, hargapun juga bisa sama dan lebih kuat dalam melakukan negoisiasi harga. Kalau ada cabai yang belum laku dijual, bisa diolah di KWTnya, bahkan hasil olahannya sudah ada yang diekspor. Negara yang dituju Hongkong dan Thailand. Selain olahan cabe juga ekspor bakso klenger dan tongkol pedes, jelas Yusuf.
Yusuf menambahkan bahwa bisnis cabai selama tiga tahun terakhir ini, terbilang menguntungkan selama bisa membaca pasar dan melihat kondisi di lapangan. Syarat kunci menurutnya harus berani keluar dari kebiasaan yang sudah ada sehingga bisa menghindari jebakan harga panen raya.
Di kelompoknya tanam cabai seluas 12 Ha dengan macam macam jenis cabai, diantaranya Cabai Merah Besar (CMB), Cabai Rawit Merah (CRM), Rawit Halus dan Rawit, Putihan, Cabai hijau sayur. Untuk kedepan memang ada keinginan untuk menambah komoditi holtikultura lain namun masih menunggu koneksi pedagang yang lain.
2 Komentar