hainews.co.id – Penelitian terbaru menunjukkan bahwa lingkar leher dapat menjadi indikator tambahan untuk menilai risiko berbagai masalah kesehatan serius, termasuk penyakit jantung, diabetes, dan gangguan tidur.

Selama ini, penilaian risiko kesehatan umumnya dilakukan melalui pengukuran Body Mass Index (BMI) atau rasio pinggang-pinggul. Namun, studi yang dilakukan oleh Ahmed Elbediwy dan Nadine Wehida dari Kingston University mengungkap bahwa ukuran lingkar leher juga dapat memberikan informasi penting mengenai distribusi lemak tubuh bagian atas.

Lemak Tubuh Bagian Atas dan Risiko Penyakit

Menurut penelitian tersebut, lemak di sekitar leher dan tubuh bagian atas dapat melepaskan asam lemak ke dalam aliran darah. Kondisi ini berpotensi mengganggu regulasi kolesterol, kadar gula darah, dan ritme jantung. Lemak jenis ini juga dikaitkan dengan lemak visceral, yaitu lemak berbahaya yang menyelimuti organ-organ vital.

Ukuran lingkar leher yang lebih besar dari normal disebut dapat meningkatkan risiko sejumlah kondisi kesehatan, bahkan pada individu dengan BMI normal.

Risiko Kesehatan Terkait Lingkar Leher Besar

Beberapa kondisi yang dikaitkan dengan lingkar leher besar antara lain:

  • Penyakit kardiovaskular, termasuk hipertensi, fibrilasi atrium, dan gagal jantung

  • Penyakit jantung koroner, akibat penyempitan pembuluh darah

  • Diabetes tipe 2 dan diabetes gestasional pada ibu hamil

  • Gangguan tidur seperti obstructive sleep apnoea (OSA)

Fibrilasi atrium, misalnya, dapat menyebabkan detak jantung tidak teratur dan meningkatkan risiko penggumpalan darah hingga stroke. OSA juga meningkatkan risiko kecelakaan akibat kantuk berlebihan di siang hari.

Ukuran Lingkar Leher yang Dianggap Berisiko

Berdasarkan hasil studi, ukuran lingkar leher yang perlu diwaspadai adalah:

  • ≥ 43 cm (17 inci) untuk pria

  • ≥ 35,5 cm (14 inci) untuk wanita

Penelitian menunjukkan bahwa bahkan penambahan 1 cm di atas ambang batas tersebut dapat meningkatkan risiko rawat inap dan kematian, meski individu memiliki BMI normal.

Upaya Pencegahan dan Perubahan Gaya Hidup

Ukuran lingkar leher dapat dikurangi melalui gaya hidup sehat, antara lain:

  • Olahraga kardiovaskular dan latihan beban, untuk menurunkan lemak tubuh bagian atas

  • Tidur berkualitas, untuk mendukung metabolisme tubuh

  • Pola makan seimbang, dengan asupan tinggi serat dari buah, sayur, dan kacang-kacangan

Cara pengukurannya pun cukup sederhana, yaitu dengan melilitkan pita ukur di bagian tersempit leher, pastikan tidak terlalu ketat.

Meskipun bukan satu-satunya indikator kesehatan, lingkar leher dapat menjadi parameter tambahan dalam mendeteksi risiko penyakit yang sering tidak disadari.