“Saya agak kurang setuju dengan teether yang digantung-gantung, bahkan yang dijadikan gelang, jadi anak tinggal gigit-gigit,” ujar Joshua. Ia menjelaskan bahwa teether yang digantung memiliki risiko lebih tinggi terkena virus dan bakteri karena sering bersentuhan dengan berbagai permukaan di lingkungan luar.
Bakteri atau virus bisa menempel di teether saat teether menyentuh permukaan yang kotor atau terpapar udara di luar ruangan.
Sebaliknya, teether dengan tutup pelindung yang disimpan di dalam tas perlengkapan bayi saat tidak digunakan dinilai lebih aman dan dapat mengurangi risiko kontaminasi.
Pentingnya Kebersihan Saat Menggunakan Teether
Drg. Joshua mengingatkan orangtua untuk bijak dalam memilih teether untuk anak. “Kalau memang mau kasih ke anak, kita bijak saja, bukan teether yang digantung yang bisa menempel di mana-mana. Akhirnya, bukannya tujuan yang didapat, malah diare,” jelasnya. Pilihan teether yang aman, tertutup, dan terjaga kebersihannya dapat mengurangi risiko anak terkena diare.
Penyebab Lain dari Diare saat Tumbuh Gigi
Selain penggunaan teether, kebiasaan anak yang memasukkan tangan atau benda ke dalam mulut juga menjadi faktor risiko diare. Menurut drg. Joshua, anak-anak seringkali memasukkan tangan yang belum bersih atau benda-benda lain yang kotor ke mulut, yang menjadi media penyebaran bakteri atau virus. Hal ini membuat anak lebih rentan mengalami diare selama periode pertumbuhan gigi.
1 Komentar