Sementara itu, Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman menilai bahwa kasus ini merupakan bentuk pelemahan KPK oleh kepolisian yang tidak senang dengan kinerja KPK.

Boyamin juga mempertanyakan kredibilitas Polda Metro Jaya dalam menangani kasus ini dan mendesak agar kasus ini diserahkan ke Kejaksaan Agung.

Kasus dugaan pemerasan yang menjerat Firli Bahuri dan sejumlah pimpinan KPK lainnya ini masih terus berkembang.

Belum diketahui kapan kelima tersangka akan dipanggil untuk diperiksa oleh penyidik Polda Metro Jaya.

Kasus ini juga menjadi ujian bagi KPK sebagai lembaga yang bertugas untuk memberantas korupsi di Indonesia.

Apakah KPK akan mampu menjaga integritas dan kredibilitasnya di tengah kasus ini? Ataukah KPK akan terpuruk dan kehilangan kepercayaan publik?***