“Alhamdulillah upaya membuka pergaulan yang luas Insha Allah mempunyai banyak manfaatnya, selain membuka silaturahmi, juga membuka pintu peluang pengembangan ekosistem kreatif dengan informasi yang akurat dan relevan,” ucap Hilmi Hilmansyah.
Kegiatan tersebut merupakan ruang belajar bagi Indramayu yang saat ini Indeks Kota/Kabupaten Kreatif (IKK) pada posisi ranking 24 dari 27 Kabupaten/Kota di Jawa Barat.
Fayyaz mengatakan, Sumedang menjadi benchmarking kami dalam upaya pengembangan ekosistem ekraf di Indramayu. Harapannya dapat menjadi ruang belajar supaya kami termotivasi ketika pulang untuk terus menciptakan ekosistem, setelah itu harapanya IKK Kab Indramayu dapat meroket ke-10 besar.
“IKK ini menjadi motivasi bagi kami supaya terus menciptakan inisiatif dalam pengembangan ekosistem, kegiatan Jabar Ekraf Summit menjadi ruang belajar dan diskusi langsung dengan perumus IKK di Jawa Barat supaya Indramayu bisa mencotoh Sumedang ada di posisi top 10 Jawa Barat,” tersng Fayyaz.
Jabar Ekraf Summit ini dihadiri oleh para ketua komunitas dan komite ekraf seluruh Jawa Barat. Kegiatan ini dilaksanakan selama 2 (dua) hari. Untuk hari pertama acara intinya adalah pelaksanaan pelantikan komite ekraf Sumedang, diskusi pelaksanaan Jabar Ekraf Summit yang selanjutnya, dan ditutup dengan gala dinner dengan Bupati Sumedang dan para ketua komite Ekraf Jabar.
3 Komentar