MICE  

Sukseskan PEJ 2022, Hilmi Hilmansyah: Jangan jago kandang, buka ruang kolaborasi antar daerah

Serangkaian krisis, khususnya pasca pandemi covid yang dihadapi semakin menyadarkan pentingnya kolaborasi dalam membangun ekonomi dan inovasi sosial dan budaya sehingga tercipta modal sosial di sektor ekonomi kreatif Jawa Barat.

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jabar bersama dengan KREASI Jabar mengadakan Pekan Ekraf Jabar (PEJ) sebagai wadah untuk membangun kolaborasi para pelaku ekonomi kreatif dan mengajak masyarakat Jawa Barat untuk bangkit dan berkreasi menuju Jabar Juara di era pasca pandemi.

PEJ 2022 mengusung tema “Babarengan Jabarkan Ekonomi Kreatif” dan diadakan pada 20 – 27 November 2022.

PEJ 2022 memiliki serangkaian kegiatan yang diadakan secara kolaboratif bersama mitra PEJ yang berasal dari pemerintah, perguruan tinggi, dan komunitas. Lokasi PEJ tersebar di 9 wilayah Jawa Barat. Salah satunya adalah Kota Cirebon berkolaborasi dengan Patriot Desa wilayah Ciayumajakuning “Pekan Kreasi Jabar- Festival Desa Art and Culture” yang berlangsung di Gedung Creative Center Cirebon pada pukul 09.30 WIB.

Kegiatan ini dibuka oleh Ketua Pelaksana Hilmi Hilmansyah, S.T.,M.P.W.K, disambut langsung oleh Perwakilan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat Bapak Rispiaga, S.T., M.T, Anggota Dewan Pengarah BRIN RI Ibu Tri Mumpuni, Kepala Bidang PUEM DPMDesa Jabar Bapak Raden Nurtafiyana, S.Pt., ME, Direktur Eksekutif KREASI Jabar Kang Harry Mawardi, Ketua DPRD Kab Cirebon Gus H. M Luthfi, S.T.,M.Si dan Perwakilan dari Bupati Kabupaten Cirebon Kepala DPMD Kabupaten Cirebon, kemudian acara dibuka oleh seluruh tamu undangan.

Ketua pelaksana kegiatan PEJ2022 Hilmi Hilmansyah mengungkapkan kegiatan tersebut merupakan ruang kolaborasi antar daerah di Ciayumajakuning dengan mengambil tema Festival Desa ART & Culture, sejatinya pembangunan fisik di desa yang saat ini menjadi perhatian semua pihak harus memiliki ruh dan nyawa yaitu pembangunan SDM yang memiliki nilai kreativitas tinggi dengan kekuatan kearifan lokal budayanya yang mengakar.

“Saya tergerak dan menolak untuk jago kandang, sebagai warga panturaan asal Indramayu yang memiliki nilai kearifan lokal dan budaya yang mengekar untuk sama-sama membangun kolaborasi antar daerah, festival desa ini menjadi wadah untuk promosi kebudayaan dan kreatifitas khas antar daerah untuk membangun basis kekuatan pembanguan SDM di perdesaan.” Ujar Hilmi Hilmansyah yang juga menjadi ketua Indramayu Creaticity Network (ICN).

Rangkaian Kegiatan ini diisi dengan penampilan budaya Ciayumajakuning, seperti Tari Jaipong, Tari Topeng, Pencak Silat, Fashion Show Batik asal Ciayumaakuning, dan Talent of Patriot Desa Jawa Barat turut memeriahkan. Sesi selanjutnya adalah sarasehan desa sesi I oleh Anggota Dewan Pengarah BRIN RI, Ketua DPRD Kab Cirebon, dan Kepala Dinas DPMD Cirebon yang mewakili Bapak Bupati Kabupaten Cirebon. Dilanjutkan dengan sarasehan II oleh Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Ahli Muda, Patriot Desa, dan Penggerak Lokal.

Tidak hanya itu, festival desa ini juga menggelar produk dampingan Patriot Desa Jawa Barat bersama local champions atau penggerak lokal desa yang sudah membangun inisiatif mandiri dan inisiatif kolaborasi di desa. Harapannya dalam event PEJ 2022 ini menjadi wadah apresiasi untuk masyarakat desa untuk aktif membuak ruang interaksi inklusif untuk membangun desa secara bersama-sama dengan prinsip kolektif dan partisipatif, menuju kemandirian desa dan kemandirian penggerak lokal desa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *