Kacamata ini juga dilengkapi dengan kamera 3D dan mikrofon, memungkinkan pengguna untuk merekam video dan mengambil foto dalam format 3D.

Lantas, apa yang membedakan Vision Pro dengan kacamata lainnya? Yang membedakannya adalah kemampuannya untuk menampilkan mata pengguna, sehingga orang-orang di sekitar pengguna dapat melihat mata mereka.

Vision Pro akan tersedia di Amerika Serikat pada awal tahun 2024, diikuti oleh negara-negara lain dalam beberapa bulan setelahnya.

Menurut IDC, sekitar 80% dari perangkat AR/VR yang terjual di pasaran saat ini merupakan produk Meta. Namun, Apple memiliki visi yang berbeda dengan Meta.

Meta, yang digagas oleh Mark Zuckerberg, ingin menciptakan dunia virtual di mana pengguna dapat berinteraksi, sementara Apple ingin pengguna tetap berada di dunia nyata tetapi dengan pengalaman yang diperbesar.

Tak hanya Meta dan Apple saja, perusahaan lain seperti Sony Group dan ByteDance, induk usaha TikTok kini juga telah merilis perangkat realitas virtual (VR).

Menurut IDC, sekitar 8,8 juta unit perangkat kacamata VR/AR terjual pada tahun lalu. Vision Pro adalah hasil dari upaya penelitian dan pengembangan yang intensif oleh Apple.