Hal ini dapat dilakukan dengan penanganan dari dua persfektif, yaitu jangka pendek dengan percepatan tanam dan penggunaan varietas super genjah yang toleran kekeringan. Untuk memastikan ketersediaan air dapat dilakukan melalui pompanisasi, embung dan biostorage. Sedangakan untuk jangka menengah panjang melalui meningkatkan produktivitas”, urai Bambang.
Bambang menambahkan bahwa perubahan iklim ekstrim juga bisa berdampak pada pola perkembangan dan tingkat serangan OPT.
Selain itu salah satu strategi pemenuhan kebutuhan pangan tahun 2023. Diantaranya adalah mendorong diversifikasi pangan lokal jagung dan palawija serta tanaman lainnya di wilayah irigasi ujung atau yang tidak memiliki sumber pengairan lainnya sehingga tidak ada lahan yang tidak ditanami, pungkasnya. (HV/NF)
4 Komentar