“Seluruh petani muda Indonesia yang mengikuti magang ke Taiwan akan memiliki peluang menjalin jejaring kerjasama dengan petani Taiwan. Diharapkan peserta dapat memperoleh manfaat dari ilmu dan praktik dalam mempromosikan sektor pertanian serta dapat menerapkan pembelajaran yang didapat di Indonesia” jelas Dedi.
Persiapan magang Taiwan diawali dengan pelatihan bahasa mandarin Taiwan dan budaya untuk peserta. Sebanyak 57 calon peserta yang mendaftar di wilayah YESS PPIU Provinsi Sulawesi Selatan mengikuti psikotes dengan ujian test tertulis dan Indepth interview atau wawancara dengan lembaga layanan psikologis Universitas Negeri Makasar.
Dari 57 calon peserta, lulus tahap psikotes sebanyak 36 orang, calon peserta yang lulus psikotes langsung mengikuti pelatihan bahasa mandarin Taiwan serta fisik, mental dan disiplin (FMD).
Pelatihan dilaksanakan di Polbangtan Gowa selama 3 minggu dengan pengajar bahasa mandarin Taiwan, sedangkan FMD dilatih dengan ikatan alumni magang jepang (IKAMAJA).
Pelatihan dilaksanakan kurang lebih selama 1 bulan dengan metode offline seperti percakapan sehari-hari dan mengerjakan tugas yang diberikan oleh pengajar.
2 Komentar