Kementan Siapkan Strategi Pembangunan Pertanian Melalui Harmonisasi dan Kualitas SDM

Harmonisasi
Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi saat membuka acara Harmoni Dalam Dinamika Kerja Lingkup BPPSDMP di Lido, Jawa Barat (13/02). (Sumber: Humas Kementan)

JAKARTA – Kementerian Pertanian (Kementan) terus melakukan berbagai upaya untuk menjaga ketahanan pangan nasional dan strategi antisipasi krisis pangan, di antaranya melalui peningkatan kualitas dan kuantitas sumber daya manusia (SDM) pertanian.

Arah kebijakan pembangunan pertanian pun telah ditetapkan oleh Kementan  yaitu mewujudkan pertanian maju, mandiri, modern. Arah kebijakan ini menjadi pedoman bagi seluruh jajaran Kementan  diseluruh Indonesia untuk meningkatkan kinerja. Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo berulang kali  menegaskan bahwa untuk membangun kehidupan Indonesia hari ini dan esok yang paling kuat dan tersedia adalah pertanian.

“Negara dan pertanian merupakan satu paket yang diberikan oleh Tuhan untuk menjadikan kehidupan di dunia ini menjadi lebih baik. Salah satu yang harus kita dorong dan bisa berkontribusi adalah hadirnya SDM yang kuat,” ungkap Mentan beberapa waktu lalu.

Mentan pun  mengajak seluruh jajaran Kementan untuk mengedepankan harmoni menuju prestasi gemilang di tahun 2023. Bagi SYL, berbagai capaian pada tahun sebelumnya harus menjadi pemacu untuk hadirmya prestasi yang lebih besar dimasa selanjutnya. Salah satunya meningkatkan produksi dan mengangkat kesejahteraan petani. “Saya kira itulah yang sebenernya kita komitmenkan hari ini, besok dan tahun berikutnya. Kita harus pakai kata harmoni dan pakai hati”, pesan Mentan.

Menindaklanjuti arahan Mentan, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi mengatakan, pihaknya terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas SDM pertanian dengan tiga pilar utama, yakni penyuluhan, pendidikan dan pelatihan.

“Keberhasilan sektor pertanian tak lepas dari peran aktif SDM pertanian sebagai tonggak utama penggerak pembangunan sektor pertanian. Mulai dari petani, petani milenial, penyuluh pertanian, P4S serta stakeholder lainnya,” ucap Dedi pada saat membuka acara Harmoni Dalam Dinamika Kerja  Lingkup BPPSDMP yang dilaksanakan di Lido, Jawa Barat (13/02).

Dedi mengibaratkan bahwa  tujuan utama dari program utama Kementan merupakan simfoni yang indah, dan  seluruh jajaran lingkup BPPSDMP dapat merangkai  harmonisasi guna menyajikan simfoni yang indah tersebut.

“BPPSDMP memiliki tiga pilar yakni Pusat Penyuluhan (Pusluhtan) , di bidang penyuluhan, kita akan bangun terus kostratani dengan kata lain pemberdayaan Balai Pelatihan Pertanian. Melalui  Pusat Pelatihan Pertanian  (Puslatan) kita akan melakukan pelatihan vokasi untuk aparatur dan nonaparatur, P4S, dan petani milenial. Selanjutnya Pusat Pendidikan Pertanian (Pusdiktan) kita akan melakukan pendidikan vokasi untuk menciptakan SDM yang qualified job seeker, reformasi birokrasi, dan penerapan nilai-nilai BerAhlak. Tak hanya itu, yang juga memegang peranan penting adalah Sekretariat BPPSDMP yang wajib menyediakan sarana dan prasarana serta fasilitas penunjang lainnya untuk  mendukung penuh ketiga pilar tersebut. Tujuannya satu, semua harus seiring sejalan mencapai tujuan tersebut. Simponi yang Indah hanya dapat di capai dengan harmonisasi”, papar Dedi.

Tahun ini, lanjut Dedi, BPPSDMP akan fokus pada empat program yang terbukti tahun lalu mendapatkan hasil baik, yakni Pelatihan Sejuta Petani dan Penyuluh. Kedua Petani Milenial Akses Kredit Usaha Rakayat (TANIAKUR),  Genta Organik  (Gerakan Tani Pro Organik) sebagai solusi mahalnya pupuk dan Low Cost Precision Farming pertanian presisi berbiaya rendah.

Pada kesempatan yang sama Sekretaris BPPSDMP, Siti Munifah tak lupa mengingatkan dalam harmoni pekerjaan seluruh jajaran BPPSDMP harus memiliki empati, memakai hati, memiliki nasionalisme serta idealisme. “Semua kalau dengan hati pasti bisa selesai dengan baik,” ujar Munifah.

Kegiatan  Harmoni Dalam Dinamika Kerja  Lingkup BPPSDMP ini  dilaksanakan selama 3 hari (13-15 Februari 2023) dan diikuti lebih dari 180 orang peserta yang berasal dari lingkup pusat dan UPT lingkup BPPSDMP.