Perbedaan jumlah penggemar antara kedua jenis kelamin ini nampaknya tidak terlalu jauh.
Beberapa komentar juga mengingatkan pada kasus sebelumnya, seperti kasus NewJeans, yang data persentase penonton konsernya digunakan sebagai alat untuk menyudutkan mereka dengan menganggap penggemar laki-laki sebagai samp*h.
Jadi, LE SSERAFIM berhasil menarik perhatian banyak orang, terutama para fanboy, meskipun mengusung konsep “Girl Crush.”
Meskipun ada perbedaan dalam jumlah fanboy dan fangirl, banyak penggemar yang menyambut positif dan merasa bahagia dengan situasi ini.
Terlepas dari demografi, popularitas LE SSERAFIM tetap terus meningkat dan performa mereka di panggung K-pop semakin mencuri perhatian.
Halaman
Tinggalkan Balasan