SULSEL – Optimasi penggunaan pupuk menjadi salah satu target program Stategic Irrigation Modernization and Urgent Rehabilitation Project (SIMURP). Lewat program yang diinisiasi Kementerian Pertanian ini, para petani diarahkan untuk seoptimal mungkin menggunakan pupuk organik. 

Program yang diintensifkan antara lain pelatihan pembuatan pupuk kompos. Salah satunya di Kelompok Tani Siamaseang, Desa Marannu, Kecamatan Mattiro Bulu Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan. 

Pemimpin Pertanian Kecamatan (PPK) Mattiro Bulu, Azis Thaba memaparkan, terbatasnya kuota pupuk bersubsidi yang diberikan oleh Pemerintah Pusat pada beberapa tahun terakhir, serta menjadi peningkatan harga pupuk non subsidi, permasalahan klasik para petani. 

“Bukan hanya petani di Pinrang, tetapi juga di seluruh petani yang berada di wilayah Republik Indonesia,” kata dia melalui keterangan tertulisnya, Senin (5/9). 

Olehnya itu, pelatihan pembuatan kompos berbahan jerami Sabtu lalu menjadi solusi terbaik untuk mengatasi masalah yang dihadapi petani. Termasuk program kehadiran seperti SIMURP yang memang sangat membantu para petani.