Namun, dari perspektif HRD, pertanyaan ini mungkin diajukan untuk mengetahui bagaimana pelamar mengatur skala prioritas mereka dalam situasi tertentu. Misalnya, ketika pelamar dihadapkan pada masalah pribadi, tetapi masih ada deadline pekerjaan yang harus dipenuhi, atau saat perusahaan menghadapi krisis.

Ria menjelaskan bahwa melalui pertanyaan seperti ini, HRD berusaha menilai kemampuan calon karyawan dalam menciptakan solusi yang bijak. Namun, penting untuk diingat bahwa memilih keluarga dibandingkan pekerjaan bukanlah alasan utama bagi HRD untuk menolak seorang pelamar. “Terlepas dari jawaban yang diberikan, HRD biasanya sudah memiliki pertimbangan sendiri tentang jawaban apa yang diharapkan dan apakah itu sesuai dengan ekspektasi pekerjaan,” tambah Ria.

Cara Menjawab Pertanyaan Skala Prioritas

Ria Novita juga memberikan tips bagi pelamar untuk menjawab pertanyaan tentang skala prioritas antara keluarga dan pekerjaan. Dia menyarankan agar pelamar menjawab berdasarkan pengalaman dan mempertimbangkan kepentingan kedua belah pihak, baik pelamar maupun perusahaan. Tujuannya adalah agar tidak ada pihak yang dirugikan.