hainews.co.id – Demam pada anak sering kali menjadi kondisi yang membuat orang tua panik, terutama ketika suhu tubuh meningkat secara tiba-tiba disertai rewel, lemas, atau sulit tidur. Di tengah kekhawatiran tersebut, banyak keluarga Indonesia masih mengandalkan pengobatan tradisional berbahan alami sebagai pertolongan pertama di rumah.

Salah satu metode yang paling populer dan diwariskan turun-temurun adalah penggunaan bawang merah untuk membantu meredakan demam anak. Praktik ini telah lama dikenal masyarakat dan masih sering digunakan hingga sekarang karena dianggap aman, mudah dilakukan, serta menggunakan bahan yang tersedia di dapur.

Menariknya, penggunaan bawang merah ternyata tidak sekadar mitos tradisional. Sejumlah penelitian kesehatan menunjukkan bahwa bawang merah memang memiliki kandungan senyawa aktif yang bermanfaat bagi tubuh, termasuk membantu meningkatkan daya tahan tubuh saat anak mengalami demam.

Kandungan Bawang Merah yang Baik untuk Kesehatan

Secara medis, bawang merah diketahui kaya akan kandungan polifenol, yaitu senyawa antioksidan alami yang berfungsi melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.

Antioksidan memiliki peran penting dalam membantu meningkatkan sistem imun tubuh sehingga proses pemulihan saat sakit dapat berlangsung lebih cepat. Karena itu, bawang merah dipercaya mampu membantu tubuh melawan infeksi yang memicu demam.

Selain polifenol, bawang merah juga mengandung kuersetin (quercetin), yaitu senyawa flavonoid yang memiliki sifat antiinflamasi dan antihistamin alami.

Berdasarkan sejumlah studi kesehatan, kuersetin bekerja dengan membantu mengurangi produksi histamin, yakni zat kimia dalam tubuh yang memicu peradangan dan reaksi alergi. Efek tersebut dinilai dapat membantu tubuh merasa lebih nyaman saat mengalami demam atau infeksi ringan.

Tak hanya itu, bawang merah juga mengandung vitamin C, sulfur, dan berbagai senyawa alami lain yang berkontribusi terhadap kesehatan tubuh secara umum.

Mengapa Bawang Merah Dipakai untuk Menurunkan Demam?

Penggunaan bawang merah pada tubuh anak dipercaya membantu memberikan sensasi hangat dan memperlancar sirkulasi darah. Saat dibalurkan ke kulit, minyak alami dari bawang merah bersama campuran minyak hangat dapat membantu tubuh mengeluarkan panas melalui pori-pori kulit.

Selain itu, aroma khas bawang merah juga diyakini memberikan efek relaksasi yang membuat anak merasa lebih nyaman dan tenang.

Meski demikian, penting dipahami bahwa bawang merah bukan pengganti pengobatan medis utama, terutama jika demam berlangsung tinggi atau disertai gejala serius seperti sesak napas, muntah terus-menerus, kejang, atau anak tampak sangat lemas.

Cara Menggunakan Bawang Merah untuk Anak Demam

Penggunaan bawang merah sebagai pertolongan pertama tergolong mudah dilakukan di rumah. Namun, orang tua perlu memahami cara pengolahan yang benar agar manfaatnya lebih optimal dan tetap aman bagi kulit anak.

Berikut langkah-langkah yang umum dilakukan:

1. Siapkan Bahan

Gunakan sekitar 3 hingga 5 butir bawang merah segar. Pilih bawang yang masih baik dan tidak busuk.

2. Cuci hingga Bersih

Kupas kulit bawang merah, lalu cuci menggunakan air mengalir untuk menghindari kontaminasi kotoran maupun bakteri.

3. Iris atau Gerus Kasar

Bawang merah dapat diiris tipis, diparut, atau digerus secara kasar. Hindari menghaluskannya terlalu lembut agar kandungan minyak alaminya tetap terjaga.

4. Campurkan dengan Minyak

Tambahkan sedikit minyak sebagai campuran. Orang tua dapat menggunakan:

  • Minyak telon
  • Minyak kayu putih
  • Minyak zaitun
  • Minyak kelapa
  • Minyak hangat lainnya yang aman untuk kulit anak

Campuran minyak ini membantu mengurangi iritasi kulit sekaligus memberikan efek hangat dan nyaman.

5. Balurkan pada Tubuh Anak

Oleskan campuran bawang merah pada beberapa bagian tubuh yang sensitif terhadap suhu, seperti:

  • Ubun-ubun
  • Dada
  • Perut
  • Punggung
  • Lipatan lengan
  • Paha
  • Telapak kaki

Agar anak lebih rileks, proses pembaluran dapat disertai pijatan lembut.

Orang Tua Tetap Perlu Memantau Kondisi Anak

Walaupun penggunaan bawang merah cukup populer sebagai metode tradisional, orang tua tetap perlu memantau suhu tubuh dan kondisi umum anak secara berkala.

Jika demam berlangsung lebih dari dua hari, suhu tubuh sangat tinggi, atau muncul tanda bahaya seperti kejang, sulit makan dan minum, sesak napas, hingga penurunan kesadaran, maka anak sebaiknya segera dibawa ke dokter untuk mendapatkan pemeriksaan medis lebih lanjut.

Penggunaan bahan alami seperti bawang merah dapat menjadi langkah pendamping untuk membantu memberikan kenyamanan pada anak, namun bukan satu-satunya penanganan utama dalam kondisi medis tertentu.

Pengobatan Tradisional Masih Banyak Dipilih

Di Indonesia, pengobatan tradisional berbahan alami masih menjadi bagian dari budaya kesehatan keluarga. Selain mudah ditemukan dan murah, metode seperti penggunaan bawang merah dinilai praktis untuk dilakukan sebagai pertolongan pertama di rumah.

Meski demikian, para ahli kesehatan tetap mengingatkan pentingnya penggunaan yang bijak dan tidak mengabaikan penanganan medis apabila kondisi anak memburuk. Dengan pemahaman yang tepat, penggunaan bawang merah dapat menjadi salah satu alternatif alami untuk membantu meredakan demam anak secara aman dan nyaman.