Sementaram, untuk lemak trans ini bisa diperoleh dari makanan seperti roti, kue, makanan yang digoreng, cemilan kemasan hingga daging atau produk susu yang berasal dari hewan pemamah biak seperti sapi atau domba.
WHO menekankan bahwa lemak jenuh dan lemak trans dalam makanan dapat digantikan dengan nutrisi lain, seperti lemak tak jenuh ganda, lemak tak jenuh tunggal dari pangan nabati, atau karbohidrat dari makanan yang mengandung serat alami, seperti gandum utuh, sayur-sayuran, buah, dan kacang-kacangan.
Terkait karbohidrat, WHO juga telah menyoroti pentingnya memilih sumber karbohidrat yang berkualitas dan tepat untuk kesehatan.
Anak-anak atau balita berusia dua tahun ke atas disarankan untuk mengonsumsi karbohidrat dari gandum utuh, sayur-sayuran, buah-buahan, dan kacang-kacangan.
WHO juga menganjurkan agar orang dewasa mengonsumsi minimal 400 gram sayur dan buah serta 25 gram serat alami setiap hari.
Untuk anak-anak, rekomendasi asupan sayur, buah, dan serat berbeda sesuai dengan usia mereka.
- Usia 2-5 tahun, minimal 250 g per hari
- Usia 6-9 tahun, minimal 350 g per hari
- Usia 10 tahun dan lebih, setidaknya 400 g per hari
Sementara, untuk asupan serat makanan alami pada anak-anak, yaitu:
- Usia 2-5 tahun, minimal 15 g per hari
- Usia 6-9 tahun, minimal 21 g per hari
- Usia 10 tahun dan lebih, setidaknya 25 g per hari.
Pedoman baru ini bersama-sama dengan pedoman WHO yang telah ada mengenai gula bebas, pemanis non-gula, dan natrium, serta pedoman yang akan datang mengenai asam lemak tak jenuh ganda dan pengganti garam rendah natrium, mendukung konsep diet sehat yang penting bagi kesehatan kita semua.
1 Komentar