hainews.co.id – Libur Lebaran menjadi momen istimewa untuk bersilaturahmi sekaligus melakukan perjalanan bernuansa spiritual. Selain mengunjungi keluarga, banyak masyarakat memanfaatkan waktu ini untuk berziarah ke makam tokoh penyebar agama Islam atau mengikuti tradisi keagamaan yang hanya digelar pada periode tertentu, khususnya di bulan Syawal.

Berikut lima desa wisata religi yang dapat menjadi pilihan destinasi saat libur Lebaran:

1. Desa Wisata Religi Astana, Kabupaten Cirebon

Desa Astana terletak di Kecamatan Gunung Jati, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Desa ini dikenal sebagai lokasi makam Sunan Gunung Jati, salah satu anggota Walisongo yang berperan penting dalam penyebaran Islam di Pulau Jawa.

Kompleks makam tersebut hampir tak pernah sepi peziarah, terutama saat Ramadan dan Syawal. Setelah Idul Fitri, masyarakat biasanya menggelar tradisi Grebeg Syawal di area makam yang sarat nilai budaya dan spiritual.

Atmosfer religius yang kuat menjadikan Desa Astana sebagai pusat wisata religi di wilayah Cirebon. Momen Lebaran menjadi waktu yang tepat untuk berziarah sekaligus mengikuti tradisi tahunan yang masih lestari.

2. Desa Wisata Alamendah, Kabupaten Bandung

Desa Wisata Alamendah berada di Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Lokasinya relatif mudah dijangkau dari Jakarta maupun pusat Kota Bandung.

Desa ini menawarkan konsep wisata religi yang dipadukan dengan keindahan alam pegunungan. Pengunjung dapat mengikuti kegiatan seperti mengajar mengaji, berdzikir bersama, hingga kajian keagamaan. Suasana sejuk dan asri membuat aktivitas spiritual terasa lebih khusyuk.

Selain itu, Alamendah juga dikenal dengan wisata alam seperti pengamatan burung dan memetik stroberi langsung dari kebun. Kombinasi religi dan ekowisata menjadikan desa ini cocok bagi keluarga yang ingin refleksi spiritual sekaligus relaksasi setelah Ramadan.

3. Desa Wisata Nyatnyono, Kabupaten Semarang

Desa Wisata Nyatnyono berada di lereng Gunung Ungaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Desa ini terkenal dengan kompleks makam Syekh Hasan Munadi dan Syekh Hasan Dipuro, tokoh penyiar Islam pada masa Kesultanan Demak.

Letaknya yang berada di kawasan perbukitan menghadirkan suasana sejuk dan damai bagi para peziarah. Saat hari besar Islam, termasuk Lebaran, kawasan ini ramai dikunjungi keluarga yang ingin berziarah sekaligus mengenalkan sejarah Islam kepada generasi muda.

Perpaduan nilai sejarah dan panorama alam menjadi daya tarik utama Desa Nyatnyono.

4. Desa Wisata Kuin Utara, Banjarmasin

Desa Wisata Kuin Utara menjadi destinasi religi unggulan di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Desa ini masuk dalam 75 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2023 yang diselenggarakan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Di kawasan ini berdiri Masjid Sultan Suriansyah yang dibangun sekitar tahun 1526–1550. Masjid tersebut merupakan salah satu yang tertua di Kalimantan dan berada di tepi Sungai Kuin.

Di area yang sama terdapat makam Sultan Suriansyah, raja muslim pertama di Kerajaan Banjar. Keberadaan masjid dan makam ini menjadi saksi sejarah penyebaran Islam di Kalimantan.

5. Desa Kadilangu, Kabupaten Demak

Desa Kadilangu merupakan lokasi makam Sunan Kalijaga, salah satu wali paling populer dalam sejarah penyebaran Islam di Jawa.

Lokasinya tidak jauh dari Masjid Agung Demak, masjid bersejarah yang menjadi simbol perkembangan Islam di Tanah Jawa. Ribuan peziarah biasanya memadati kawasan ini sejak Ramadan hingga Lebaran.

Tradisi ziarah Syawal masih kuat dijalankan masyarakat, menjadikan Desa Kadilangu destinasi yang tepat untuk wisata religi sekaligus wisata sejarah.