hainews.co.id, Gowa – Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa menggelar Workshop Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dalam rangka penyusunan dokumen reakreditasi institusi, Jumat (10/04/2026). Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memastikan kesiapan seluruh elemen kampus dalam memenuhi standar mutu pendidikan tinggi.

Workshop ini sejalan dengan arahan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang menekankan pentingnya peningkatan kualitas pendidikan vokasi pertanian guna mencetak petani milenial yang kompeten, mandiri, dan berbasis teknologi.

“Program ini mengintegrasikan magang luar negeri, kurikulum berstandar industri, serta peningkatan mutu lembaga melalui reakreditasi,” ujarnya.

Senada dengan itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Idha Widi Arsanti, menyampaikan bahwa pendidikan vokasi pertanian merupakan instrumen strategis dalam menyiapkan generasi muda pertanian Indonesia.

Kegiatan Workshop Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI). (Sumber Humas Polbangtan Gowa)

“Polbangtan dan PEPI dirancang untuk menjawab kebutuhan nyata sektor pertanian. Lulusan tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga pelaku utama, agripreneur muda, dan agen perubahan yang membawa inovasi teknologi ke lapangan,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Muhammad Amin, menegaskan bahwa penguatan sumber daya manusia menjadi kunci pembangunan sektor pertanian. Ia berharap lembaga pendidikan vokasi mampu melahirkan generasi muda yang inovatif, adaptif, dan siap kerja.

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Kampus 1 Polbangtan Gowa ini menghadirkan narasumber Agus Setyo Muntohar, anggota Dewan Eksekutif BAN-PT. Ia memaparkan materi terkait pemetaan standar SPMI terhadap kriteria akreditasi, penyusunan dokumen mutu, serta strategi pengelolaan data dukung yang valid dan akuntabel.

Plt. Direktur Polbangtan Gowa, Sartika Juwita, dalam sambutannya menegaskan bahwa akreditasi merupakan instrumen penting dalam menjamin dan meningkatkan mutu pendidikan tinggi.

“Melalui proses akreditasi, kita tidak hanya menilai capaian, tetapi juga melakukan refleksi dan perbaikan berkelanjutan demi peningkatan kualitas pendidikan,” ujarnya.

Ia juga berharap narasumber dapat memberikan masukan konstruktif serta membuka ruang diskusi mendalam, khususnya terkait penyusunan Laporan Evaluasi Diri (LED) institusi.

Di sisi lain, Kepala Unit Penjaminan Mutu, Abdul Azis, menekankan bahwa SPMI merupakan fondasi utama dalam meningkatkan status akreditasi institusi.

“Akreditasi unggul bukan hasil instan, melainkan buah dari implementasi penjaminan mutu yang konsisten dan berkelanjutan,” tegasnya.

Ia juga mendorong seluruh program studi dan unit kerja untuk proaktif dalam mengumpulkan bukti fisik (evidence) yang valid dan akuntabel, serta memastikan dokumen yang disusun benar-benar mencerminkan budaya mutu, bukan sekadar formalitas administratif.

Workshop ini diikuti oleh jajaran pimpinan, dosen, serta tim akreditasi institusi yang memiliki peran penting dalam pengelolaan mutu kampus. Fokus utama kegiatan adalah menyelaraskan implementasi SPMI dengan instrumen akreditasi, sehingga setiap indikator penilaian dapat terpenuhi secara optimal.

Melalui kegiatan ini, Polbangtan Gowa optimistis mampu memperkuat sistem penjaminan mutu yang terintegrasi dan berkelanjutan. Kesiapan tersebut menjadi modal penting dalam meraih akreditasi institusi yang unggul, sekaligus meningkatkan reputasi sebagai perguruan tinggi vokasi pertanian yang berkualitas dan berdaya saing tinggi.