hainews.co.id, Bone — Sebanyak 324 mahasiswa baru Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa resmi dikukuhkan sebagai bagian dari keluarga besar kampus vokasi pertanian Kementerian Pertanian (Kementan). Prosesi pengukuhan yang berlangsung di Kampus II Polbangtan Gowa, Desa Mappesangka, Kecamatan Ponre, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, Senin (31/8/2026), menjadi momentum awal bagi generasi muda untuk mempersiapkan diri sebagai sumber daya manusia pertanian yang kompeten, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Pengukuhan tersebut menandai dimulainya perjalanan akademik 324 mahasiswa baru tahun ajaran 2026/2027. Mereka akan menjalani pendidikan vokasi selama tiga hingga empat tahun sesuai program studi yang dipilih.
Dari jumlah tersebut, 113 mahasiswa menempuh Program Studi Penyuluhan Pertanian Berkelanjutan (PPB), 111 mahasiswa Program Studi Penyuluhan Peternakan dan Kesejahteraan Hewan (PPKH), 56 mahasiswa Budidaya Tanaman Hortikultura, serta 44 mahasiswa Budidaya Ternak.
Di balik seremoni pengukuhan, tersimpan pesan besar tentang regenerasi pertanian. Kementan menempatkan pendidikan vokasi sebagai salah satu fondasi untuk menyiapkan generasi muda yang tidak hanya menguasai ilmu dan teknologi, tetapi juga memiliki karakter kuat serta keberanian untuk mengambil peran dalam pembangunan pertanian.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa mahasiswa Polbangtan merupakan bagian dari generasi yang dipersiapkan untuk melanjutkan estafet pembangunan sektor pangan nasional.
“Pertanian Indonesia membutuhkan generasi muda yang tangguh, inovatif, dan berani mengambil peran. Kalian adalah calon pemimpin sektor pangan di masa depan. Gunakan kesempatan belajar di Polbangtan untuk mengembangkan kompetensi, karakter, dan kreativitas. Regenerasi petani dimulai dari kampus seperti ini,” ujar Mentan Amran.
Menurutnya, pendidikan vokasi pertanian harus mampu melahirkan lulusan yang memiliki kesiapan menghadapi dunia kerja sekaligus memiliki kemampuan menciptakan lapangan usaha. Karena itu, Kementan terus memperkuat pendidikan vokasi agar lulusan Polbangtan siap bekerja, berwirausaha, dan menjadi agen perubahan di daerah.
Pesan tersebut sejalan dengan arahan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti. Ia mengingatkan mahasiswa baru bahwa tantangan sektor pertanian ke depan semakin kompleks dan membutuhkan generasi yang mampu beradaptasi dengan perubahan.
“Ke depan, kalian akan berhadapan dengan isu-isu strategis seperti ketahanan pangan, digitalisasi pertanian, dan perubahan iklim. Bekali diri dengan kemampuan adaptif dan inovatif,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian BPPSDMP Kementan, Muhammad Amin, menegaskan bahwa pengukuhan mahasiswa baru merupakan bagian dari komitmen Kementan dalam menyiapkan SDM pertanian unggul untuk mendukung pencapaian swasembada pangan nasional.
Namun, perjalanan mahasiswa di Polbangtan tidak hanya ditentukan oleh pencapaian akademik. Kampus juga memberikan perhatian serius terhadap pembentukan karakter, kedisiplinan, dan lingkungan pendidikan yang aman.
Hal tersebut ditegaskan Direktur Polbangtan Gowa, Ismaya Nita Rianti Parawangsa, di hadapan mahasiswa baru dan para orang tua. Menurutnya, pendidikan di Polbangtan dirancang untuk membentuk lulusan yang mandiri, berintegritas, memiliki jiwa kewirausahaan, sekaligus mampu menjadi bagian dari solusi bagi pembangunan pertanian.
Sebelum resmi dikukuhkan, para mahasiswa telah mengikuti Masa Bimbingan Dasar Mahasiswa (MABIDAMA). Kegiatan tersebut menjadi tahap awal untuk mengenalkan kehidupan kampus sekaligus membangun kedisiplinan dan karakter mahasiswa melalui pembinaan bela negara, penumbuhan minat kewirausahaan, serta pengenalan berbagai program strategis Kementan.
Dalam kesempatan tersebut, Ismaya juga menyampaikan pesan tegas mengenai aturan yang harus menjadi pegangan mahasiswa selama menjalani pendidikan. Kampus menerapkan prinsip zero tolerance terhadap narkoba, judi online, dan kekerasan.
“Anak-anakku mahasiswa, jangan narkoba kita tutup pintu untuk mahasiswa yang terlibat narkoba. Kemudian jangan judi online—kita tutup buku untuk mahasiswa yang judi online, serta jangan ada kekerasan,” tegas Ismaya.
Menurutnya, mahasiswa memiliki ruang yang luas untuk berkembang, mencoba berbagai hal positif, berprestasi, dan mengembangkan potensi diri. Namun, kebebasan tersebut harus berjalan bersama tanggung jawab dan kepatuhan terhadap aturan kampus.
“Silakan mengembangkan diri dan berprestasi mengharumkan nama kampus tercinta dan berkontribusi untuk pertanian Indonesia,” pungkasnya.
Pengukuhan 324 mahasiswa baru tersebut pun menjadi lebih dari sekadar seremoni penerimaan mahasiswa. Momentum ini menjadi awal perjalanan generasi muda Polbangtan Gowa untuk membangun kompetensi sekaligus karakter, sehingga kelak mampu hadir sebagai tenaga profesional, wirausahawan muda, penyuluh, dan pelaku pembangunan pertanian yang turut memperkuat ketahanan serta swasembada pangan Indonesia.


Tinggalkan Balasan