hainews.co.id – Ratusan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memadati Hotel Aryaduta Medan, Kamis, 27 Agustus 2026, untuk mengikuti UMKM Digital Finance Tour – Medan Edition.

Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi antara Kementerian UMKM RI, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) RI, serta PT Bank Seabank Indonesia (SeaBank). Forum ini digelar untuk memperkuat kapasitas pelaku usaha lokal agar mampu beradaptasi dan meningkatkan daya saing di tengah perkembangan ekosistem bisnis digital.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan edukasi mengenai strategi mengoptimalkan produk di marketplace. Hal ini dinilai penting karena tantangan UMKM saat ini tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membuka toko daring, tetapi juga bagaimana membuat produk lebih mudah ditemukan konsumen di tengah persaingan yang semakin ketat.

Pelaku UMKM diajak memahami mekanisme dan algoritma marketplace agar dapat meningkatkan visibilitas produk sekaligus mendorong peningkatan penjualan.

Direktur Utama PT Bank Seabank Indonesia, Sasmaya Tuhuleley, mengatakan kemampuan teknis dalam mengelola toko daring menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan keberhasilan bisnis di era digital.

“Di sinilah peran penting perbankan digital seperti kami di SeaBank. Kami tidak hanya hadir sebagai tempat menyimpan uang, tetapi sebagai mitra pertumbuhan atau growth partner yang siap menyediakan akses keuangan yang inklusif, hingga menjadi solusi transaksi digital yang fleksibel untuk menyokong operasional bisnis,” ujar Sasmaya.

Selain strategi pemasaran digital, kegiatan tersebut juga menyoroti pentingnya pengelolaan keuangan yang sehat bagi keberlangsungan usaha.

Menurut Sasmaya, pemanfaatan layanan keuangan digital dapat membantu pelaku UMKM mengelola keuangan sekaligus memantau kinerja usaha secara lebih terarah.

“Kami ingin membantu pelaku usaha untuk mengelola keuangan, hingga memahami kinerja usaha dengan lebih terarah. Harapannya agar para pelaku UMKM dapat memahami fundamental bisnis, dan mengambil keputusan strategis dengan lebih tepat,” katanya.

Dukungan terhadap UMKM juga ditunjukkan melalui kehadiran berbagai pemangku kepentingan dalam kegiatan tersebut, termasuk perwakilan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara.

Sinergi antara pemerintah, regulator, dan industri jasa keuangan tersebut diharapkan dapat memperkuat ekosistem UMKM sekaligus membantu pelaku usaha menghadapi dinamika persaingan di pasar digital.

Melalui UMKM Digital Finance Tour, pelaku usaha tidak hanya memperoleh wawasan mengenai strategi bisnis digital, tetapi juga mendapatkan pemahaman mengenai pengelolaan keuangan dan solusi transaksi untuk mendukung operasional usaha.

Program tersebut diharapkan menjadi salah satu langkah strategis dalam mendorong UMKM di Medan agar semakin tangguh, adaptif, dan mampu bersaing di pasar digital nasional.