Apa Itu Hipotesis? Inilah Pengertian dan Jenisnya

Apa Itu Hipotesis?
Apa Itu Hipotesis? (Foto:Canva)

Hipotesis ini adalah istilah yang berasal dari bahasa Yunani, yaitu hupo dan thesis. Hupo memiliki arti sementara, sedangkan thesis memiliki arti seperti pernyataan atau teori.

Jadi, hipotesis adalah sebuah pernyataan yang bersifat sementara. Istilah ini sering diguanakan sebagai praduga peneliti terhadap masalah penelitian. Tetapi, istilah ini bukanlah kebenaran, karena masih praduga jadi bisa benar dan bisa juga salah.

Contohnya, saat kamu akan meneliti sebuah hubungan antara kebiasaan manusia buang sampah dengan tingginya jumlah sampah di Indonesia.

Nah, berdasarkan data sementara yang kamu dapatkan itu hipotesis yang akan muncul adalah kebiasaan manusia tersebut berhubungan dengan jumlah sampah.

Itu artinya kebiasaan buruk manusia ini dapat berpengaruh terhadap tingginya jumlah sampah dari waktu ke waktu.

Walaupun kamu merancang sebuah hipotesis berlandaskan data yang valid dan kuat. Untuk membuktikan  ini benar atau tidak, kamu juga harus melakukan sebuah penelitian tersebut.

Ciri-ciri dan jenis dari hipotesis ini meliputi:

Ciri-ciri:

  1. Dapat dinyatakan dalam kalimat pernyataan (declarative statement), bukan kalimat tanya. Statement ini juga sebagai pandangan peneliti berdasar hasil kajian teori yang digunakan.
  2. Peneliti harus konsisten (tidak berubah-ubah) mengenai isi didalamnya. Maka dari itu, peneliti perlu melakukan kajian yang mendalam tentang teori yang digunakan dalam menyusun hipotesisnya.
  3. Dalam sebuah penelitian eksperimen hipotesis ini berisi pernyataan mengenai efektivitas, perbedaan atau pengaruh dari suatu variabel ke variabel yang lain dan dalam hipotesis sedikitnya ada dua variabel yang diteliti.
  4. Hipotesis ini juga harus dapat diuji (testable), karena selain menjelaskan tentang cara pengukuran masing-masing variabel yang akan diteliti, dalam bagian metodologi penelitian juga harus menjelaskan teknik analisis yang digunakan untuk menguji hipotesis penelitian.

Jenis:

Terdapat dua jenis, yaitu tanpa arah (dua arah) dan searah.

1. Tanpa Arah (Dua Arah)

Di mana tanpa arah, jenis ini tidak ikut menjelaskan arah hubungan antara variabel yang diteliti secara metodologis. Misalnya, ada hubungan yang signifikan antara Motivasi Belajar dengan Prestasi Belajar Siswa.

2. Searah

Jenis yang merupakan pernyataan yang menunjukkan arah hubungan dan perbedaan antara dua atau lebih variabel yang diteliti secara metodologis. Contohnya, semakin tinggi motivasi belajar siswa maka diikuti semakin tinggi prestasi siswa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *