Sebelumnya stigma tentang cara kerja otak laki-laki dan perempuan yang sangat berbeda bukan hal yang lumrah lagi. Dimana laki-laki berfikir menggunakan logika sementara berbeda dengan perempuan yang lebih menggunakan perasaan.

Logika dan perasaan merupakan dua hal yang sering kita temui bahkan di rasakan dalam keseharian kehidupan kita. Baik dalam hal memecahkan masalah, berkomunikasi atau bersosiaisasi bahkan sampai hal dalam pengambilan keputusan. Dalam hal ini karena masing-masing individu berbeda dalam berfikirnya serta penerapannya.

Pria lebih condong menggunakan logika, serta dalam memecahkan masalah ataupun dalam mengambil keputusan harus berdasarkan logika, karena logika dipandang lebih simple, rasional dan tentunya praktis.

Hal tersebut berkebalikan dengan perempuan yang lebih mengedepankan perasaan dari pada logika walaupun mungkin semuanya tidak seperti itu. Ini tergantung juga dari tempat tinggal mereka atau lingkungan dimana mereka berada.

Lantas apa penyebab hal ini?

Biasanya hal seperti ini disebabkan oleh budaya, kebiasaan atau bahkan pola asuh yang berbeda dan bisa mempengaruhi kepribadian seseorang. Selain itu secara ilmiahnya bahwa penggunaan logika dan perasaan ini ditentukan dalam proporsi penggunaan otak pada manusia.