Gelar Millenial Agriculture Forum (MAF), Polbangtan Kementan Masifkan Genta Organik

MAF
Polbangtan Gowa menggelar Millenial Agriculture Forum (MAF) berlangsung secara daring Aplikasi Zoom dan Live Streaming YouTube, pada Sabtu (04/02). (Sumber: Humas Polbangtan Gowa)

GOWA – Kementerian Pertanian (Kementan) terus menggalakkan pertanian organik melalui Gerakan Tani Pro Organik (Genta Organik). Hal ini diakui karena selain mampu memperbaiki mutu lahan yang terdegradasi, pertanian organik juga menghindarkan dampak kesehatan dan ekologis dari residu pestisida kimiawi, sehingga dapat menciptakan masyarakat Indonesia yang sehat dan berkualitas.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo bahkan mengatakan bahwa kunci meningkatkan produksi pertanian adalah memelihara kesuburan tanah. Kesuburan tanah dapat dipelihara secara berkelanjutan dengan menggunakan pupuk organik.

“Kita besok berharap produksi kita akan meningkat jauh bahkan melonjak dari sebelumnya. Caranya satu, perbaiki pupuk kita sekarang jangan pakai pupuk kimia saja, tetapi lebih banyak pupuk organik,” kata Syahrul.

Meski demikian, Syahrul menekankan bahwa penggunaan pupuk kimia masih ditoleransi asalkan tidak berlebihan. Kalau mau pakai pupuk kimia tidak perlu banyak, sehingga efek sampingnya bisa kita kurangi.

Disisi lain cost produksi bisa ditekan maka keuntungan petani bisa meningkat, di sinilah Genta Organik berperan. Petani dan lahan pertanian menunggu langkah-langkah perbaikan, yang mampu menyelamatkan pertanian Indonesia,” tambah Syahrul.

Dalam upaya memasifkan program pertanian organic, Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa menggelar Millenial Agriculture Forum (MAF) dengan mengangkat tema “Pertanian Organik Untuk Mewujudkan Ketahanan Pangan” yang berlangsung secara daring melalui Aplikasi Zoom dan Live Streaming YouTube, pada Sabtu (04/02).

Hadir membuka kegiatan webinar, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi, yang mengajak para petani milenial untuk mengatasi krisis pangan global melalui produksi pangan organik.

“Untuk mengatasi krisis pangan global, yang pertama yang harus kita lakukan adalah kita mesti genjot  kapasitas produksi pangan, genjot kapasitas produksi padi, jagung, kedelai, sayur-sayuran, dan buah-buahan kita. Mau tidak mau, suka tidak suka. Karena itu yang menjamin pangan dan kesinambungan hidup kita”. Ujar Dedi

Kepala Pusat Pendidikan Pertanian Idha Widi Arsanti yang memberikan Closing Statement dalam kegiatan MAF ini. Idha Widi Arsanti mengatakan untuk menjalankan usaha pertanian organic tidaklah mudah, ada beberapa tantangan yang harus dituntaskan agar nantinya usaha tersebut berkembang.

“Tantangan anak-anak millennial untuk melakukan kegiatan usaha pertanian adalah modal, lahan, dan pemasaran. Ketika akses terhadap ketiga hal tersebut bisa dipecahkan/tuntaskan maka harapannya usaha pertanian akan semakin berkembang”. ujar Santi

Santi juga berterima kasih kepada seluruh kepala UPT atas kerjasamanya mendorong anak kaum millennial mencintai sektor pertanian.

“Saya berterima kasih kepada Kepala UPT Badan SDM dan Kementan yang terus menerus melaksanakan kegiatan agar upaya-upaya untuk mengundang anak-anak muda bekerja di sektor pertanian semakin banyak dan semakin tumbuh bergerak maju” ucap Santi.

“Mendorong digitalisasi terus dilakukan, teknologi terus diterapkan. Agar menjembatani kebutuhan konsumen akan produk-produk inovatif ke tangan konsumen” Tambah Santi.

Direktur Polbangtan Gowa Detia Tri Yunandar yang juga turut memberikan sambutan mengajak seluruh peserta mensukseskan program Genta Organik.

“Dalam kegiatan MAF yang dilakukan ini diharapkan dapat menambah wawasan dan pengetahuan mengenai bahan-bahan organik. Dan juga untuk para millennial dapat termotivasi atau terbakar semangatnya untuk menggaungkan Gerakan Tani Pro Organik (Genta Organik)” harap Detia.

Webinar MAF yang dihadiri lebih dari seribu partisipan tersebut menghadirkan 3 pemateri yang memiliki keahlian berbeda. Rudy Adam yang merupakan Praktisi Hidroponik, Misriadi Mise seorang Motivator bisnis dan entrepreneurship, serta juga Fiadini Putri yang merupakan Widyaiswara ahli nutrisi hidroponik.

Sebanyak seribu partisipan tersebut berasal dari berbagai kalangan baik akademisi, pengusaha, petani milenial, Mahasiswa, Pelajar SMK PP dan juga masyarakat umum lainnya.

Rudy adam banyak mengulas tentang sistem budidaya dan peluang bisnis hidroponik organik, mulai dari benefit, syarat tumbuh, serta sistem dan alat pendukung hidroponik.

Ia mengatakan bahwa wirausaha dibidang hidroponik memberikan peluang cuan yang besar.

“Berwirausaha di bidang hidroponik memberikan peluang besar, salah satu alasannya karena semakin sempitnya lahan pertanian imbas dari pembangunan dan masyarakat juga semakin sadar akan pentingnya mengkonsumsi pangan sehat bebas dari pestisida sehingga metode pertanian hidroponik menjadi solusinya” ujar Rudy

Melengkapi paparan Rudi, ahli nutrisi hidroponik Fiadini Putri yang juga seorang widyaiswara BBPP Lembang memaparkan secara detail larutan nutrisi untuk hidroponik.

“Untuk nutrisi hidroponik sendiri, sahabat millennial jangan lupa mengecek pH dan EC larutan nutrisi secara berkala, volume juga harus sesuai dengan jumlah tanaman, karena mengakibatkan tanaman kekurangan nutrisi”.

Fiadini Putri menambahkan “Kalau sistem hidroponik ibarat mobil, maka nutrisi hidroponik adalah bensinnya yang pasti dibutuhkan. Karena kunci hidroponik ada di nutrisinya”.

Setelah dibekali dengan materi teknis hidroponik peserta diberikan motivasi bisnis oleh Misriadi Mise.

“Bisnis merupakan kegiatan manusia yang bertujuan untuk menghasilkan profit dengan memproduksi atau menjual suatu produk baik itu barang maupun jasa”.

“Entrepreneurship itu spiritnya atau sikap mentalnya. Ia merupakan proses kegiatan kreativitas dan inovasi, menciptakan perubahan dengan memanfaatkan peluang dan sumber yang ada untuk menghasilkan nilai tambah bagi diri sendiri dan orang lain untuk memenangkan persaingan. Dan untuk menjadi seorang Entrepreneur harus mempersiapkan segala sesuatunya” tegas Misri

Misriadi Mise juga memberikan kunci tiga formula sederhana dalam memilih bisnis dan 5M yang disiapkan dalam menjalaninya.

“3D Formula untuk memilih bisnis yaitu Dikuasai, Disukai, dan Dibutuhkan”.

“Menyiapkan Mental, Market, Manusia, Mitra, dan Modal untuk menjadi pebisnis” tutup Misri.