Hari Aksara Internasional diperingati setiap tanggal 8 September. 

Negara-negara dengan tingkat aksara terendah di dunia menunjukkan bahwa tingkat melek huruf dan pendidikan masih menjadi tantangan bagi sebagian besar penduduk di negara-negara tersebut.

Aksara atau alfabet adalah sistem tulisan yang digunakan untuk mewakili suara-suara bahasa. Dalam artikel ini, dalam memperingati Hari Aksara Internasional, kami akan mencatat beberapa negara dengan tingkat aksara terendah di dunia.

5 Negara dengan Aksara Terendah

1. Burkina Faso

Burkina Faso, negara di Afrika Barat, memiliki tingkat melek huruf yang rendah dan tingkat aksara terendah di dunia.

Hanya sekitar 36% penduduknya yang bisa membaca dan menulis.

Faktor-faktor seperti kemiskinan, kurangnya investasi dalam pendidikan, dan kesenjangan gender merupakan beberapa alasan di balik tingkat aksara yang rendah di negara ini.

2. Chad

Chad adalah negara di Afrika Tengah dengan tingkat aksara rendah. Sekitar 22% penduduk Chad dinyatakan melek huruf, yang menjadi tantangan serius bagi pembangunan dan perkembangan negara ini.

Kurangnya akses ke fasilitas pendidikan dan kurangnya dana yang dialokasikan untuk pendidikan menjadi faktor terpenting dari tingkat aksara rendah di Chad.

3. Mali

Mali adalah negara di Afrika Barat dengan tingkat aksara yang rendah.

Sekitar 37% penduduk Mali dinyatakan melek huruf.

Kurangnya dana yang dialokasikan untuk pendidikan, kurangnya fasilitas pendidikan, dan kurangnya guru yang berkualitas menjadi faktor penting dari tingkat aksara rendah di negara ini.

4. Niger

Niger, negara yang terletak di Afrika Barat, memiliki tingkat aksara yang rendah dengan sekitar 29% penduduknya yang dinyatakan melek huruf.

Faktor-faktor seperti kemiskinan, konflik, dan kurangnya fasilitas pendidikan yang memadai telah berkontribusi terhadap masalah aksara rendah di negara ini.

5. Afghanistan

Afghanistan adalah negara di Asia Tengah yang memiliki tingkat aksara yang rendah.

Sekitar 37% penduduk Afghanistan dinyatakan melek huruf.

Perang yang berkepanjangan, kurangnya sarana pendidikan yang memadai, dan penghambat kebudayaan telah mempengaruhi tingkat aksara rendah di negara ini.

Kesimpulan

Tingkat aksara yang rendah di negara-negara ini menunjukkan adanya kesenjangan dalam akses terhadap pendidikan dan kesulitan dalam mengembangkan potensi penduduk.

Investasi yang lebih besar dalam pendidikan, akses mudah ke fasilitas pendidikan, dan kampanye melek huruf yang diperkuat dapat membantu meningkatkan tingkat aksara di negara-negara ini.

Negara-negara dengan tingkat aksara terendah di dunia menghadapi tantangan dalam meningkatkan pendidikan dan tingkat melek huruf.

Faktor-faktor seperti kemiskinan, konflik, kurangnya sarana pendidikan, dan kurangnya guru berkualitas mempengaruhi tingkat aksara rendah di negara-negara ini.

Pentingnya pendidikan yang berkualitas dan akses yang merata terhadap pendidikan tidak dapat disangkal dalam mencapai perkembangan dan kemajuan yang berkelanjutan.  ***