Pendidikan bagi wanita sekarang adalah hal yang umum, dan banyak wanita Indonesia yang telah menduduki posisi kepemimpinan di berbagai bidang.

Namun, tantangan masih tetap ada. Diskriminasi gender, ketidaksetaraan di tempat kerja, dan isu-isu mengenai kekerasan terhadap wanita masih merupakan bagian dari realitas yang harus dihadapi banyak wanita Indonesia setiap hari.

Peringatan Hari Kartini bukan hanya menjadi momen untuk merayakan pencapaian, tetapi juga waktu untuk merenung dan mendorong upaya lebih lanjut dalam mengatasi isu-isu tersebut.

Kartini di Era Digital

Dalam era digital saat ini, ‘Habis Gelap Terbitlah Terang’ dapat diartikan sebagai pencerahan melalui akses informasi dan komunikasi yang lebih luas. Media sosial dan platform online telah menjadi alat yang penting bagi wanita untuk menyuarakan pendapat, berbagi cerita, dan mendukung satu sama lain. Kampanye-kampanye seperti #MeToo dan #TimesUp telah menunjukkan bagaimana solidaritas global dapat terbentuk dan bagaimana suara wanita dapat diperkuat melalui teknologi.

Pendidikan sebagai Kunci

Salah satu warisan terbesar Kartini adalah penekanannya pada pendidikan sebagai alat emansipasi.