Kata Idul Adha berasal dari kata ‘id dan ‘adha. ‘Id berakar pada kata ‘aada ya’uudu’ yang artinya “menengok”, “menjenguk”, atau “kembali”. Kata Adha bermakna ‘qurban’ (kurban). Disebut ‘Id karena hari raya ini kembali berulang setiap tahun. Di Indonesia, Id kerap disamakan artinya dengan ayyada’, yakni “berhari raya”. Dengan demikian, Idul Adha berarti kembali melakukan penyembelihan hewan kurban sehingga dikenal pula sebagai Hari Raya Qurban.
Idul Adha juga dikenal sebagai ‘Lebaran Haji’ karena di saat yang sama, umat Islam tengah menunaikan ibadah haji di Tanah Suci Mekah, Arab Saudi. Idul Adha dinamai juga “Idul Nahr” yang berarti hari raya penyembelihan, yakni menyembelih hewan kurban.
Dilansir Ihram, kata qurban atau kurban berasal dari bahasa Arab qurban dari akar kata qaraba, yaqrabu, yang berarti “pendekatan”. Berkurban berarti melakukan sesuatu yang dapat mendekatkan diri kepada Allah SWT. Hukumnya sunah muakkad. “Rasulullah SAW memerintahkan kami dalam Idain (Idul Fitri dan Idul Adha) agar memakai pakaian terbagus yang kami miliki, memakai minyak wangi terbaik yang kami miliki, dan berqurban pada hari raya Idul Adha dengan binatang qurban termahal dari apa yang kami miliki.” (HR. Al-Hakim)
1 Komentar