Mendekati tanggal konser grup musik asal Inggris, Coldplay, yang dijadwalkan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) pada 15 November 2023, muncul penolakan dari beberapa pihak terhadap acara tersebut.

Puluhan orang dari Gerakan Nasional Anti LGBT (Geranati-LGBT) melakukan demonstrasi di depan Mabes Polri pada Jumat (10/11), menuntut pembatalan konser band Coldplay yang dijadwalkan akan digelar minggu depan. Para demonstran membentangkan spanduk berukuran besar dengan gambar vokalis Coldplay, Chris Martin.

Geranati-LGBT mengklaim bahwa Coldplay mempromosikan perilaku LGBT, sehingga mereka meminta izin konser dibatalkan. Setelah melakukan mediasi dengan perwakilan kepolisian di Mabes Polri dan menyampaikan tuntutannya, massa Geranati-LGBT bergerak menuju Kedutaan Besar Inggris.

Di depan Kedubes Inggris, protes terhadap Coldplay terus berlanjut, dengan massa yang semakin banyak. Mereka mengklaim bahwa Coldplay telah menjadi pengkampanye LGBT.

Juru bicara Geranati-LGBT, Novel Bamukmin, menyatakan bahwa aksi penolakan terhadap konser Coldplay telah berlangsung beberapa bulan lalu, namun ada upaya untuk menciptakan konflik antara masyarakat dan aparat keamanan.