Novel juga menegaskan bahwa Geranati-LGBT bukan menentang seni, namun mereka menolak adanya unsur LGBT dalam konser, yang dianggap melanggar norma agama dan UUD 1945.

Seorang perwakilan Kedubes Inggris sempat menemui beberapa pengunjukrasa tanpa memberikan pernyataan resmi.

Setelahnya, massa melanjutkan pergerakan menuju Patung Kuda, dekat Monas, dengan tujuan menuju Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif serta Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan. Meskipun tidak dapat mencapai kedua gedung tersebut karena dikawal oleh aparat keamanan, massa tetap menggelar aksi unjuk rasa.

Koordinator lapangan Geranati-LGBT, Hussein, menyatakan bahwa alasan lain protes terhadap konser Coldplay adalah karena berlangsung di tengah konflik Israel-Hamas.

Hussein mengancam akan mengambil tindakan seperti mendatangi bandara, mengepung hotel, atau melakukan aksi lain yang mencegah berjalannya konser, kecuali pemerintah bisa menjamin bahwa konser Coldplay tidak akan membawa unsur LGBT.

Massa membubarkan diri setelah menerima perwakilan dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Coldplay di Jakarta dijadwalkan berlangsung pada 15 November di Stadion Gelora Bung Karno.