Dengan menggabungkan insting mereka untuk berpenampilan dan kecerdasan politik yang baru mereka temukan, perlombaan Snow dan Lucy Gray melawan waktu untuk bertahan hidup akan mengungkap siapa yang merupakan burung penyanyi, dan siapa yang merupakan ular.
Film ini menawarkan pandangan baru tentang dunia Panem yang sudah dikenal oleh penonton, sekaligus menampilkan aspek-aspek baru yang belum pernah terlihat sebelumnya.
Film ini juga menggali latar belakang dan motivasi dari karakter-karakter yang ikonik, seperti Snow, Tigris, dan Dr. Volumnia Gaul.
Selain itu, film ini juga menampilkan musik yang menjadi salah satu elemen penting dalam cerita, termasuk lagu-lagu yang dinyanyikan oleh Lucy Gray dan Covey, kelompok musisi pengembara yang berasal dari Distrik 12.
The Hunger Games: The Ballad of Songbirds & Snakes adalah film yang sangat dinanti-nantikan oleh para penggemar seri The Hunger Games, maupun oleh para penikmat film yang menyukai genre aksi, petualangan, dan fiksi ilmiah. Film ini diharapkan dapat memberikan pengalaman yang menegangkan, mengharukan, dan menginspirasi, sekaligus mengajak penonton untuk merefleksikan tentang tema-tema yang relevan dengan kondisi dunia saat ini, seperti kekuasaan, ketidakadilan, pemberontakan, dan cinta.***
1 Komentar