hainews.co.id – Organisasi Tamalaki Wonua Konawe menggelar syukuran hari jadi ke-5 pada Minggu (11/10/2026). Kegiatan yang berlangsung di Markas Besar Tamalaki Wonua Konawe, Kelurahan Bose-Bose, Kecamatan Wawotobi, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, tersebut dirangkaikan dengan ziarah makam Raja Mokole Lakidende dan prosesi penganugerahan gelar adat.

Ketua Umum Tamalaki Wonua Konawe, Asrif Banasuru, mengatakan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung lancar dan sukses berkat kerja sama seluruh kader organisasi.

Kegiatan dimulai sekitar pukul 15.00 WITA dan dibuka oleh Kepala Satuan Pembinaan Masyarakat (Kasat Binmas) Polres Konawe. Selanjutnya, rombongan Tamalaki Wonua Konawe melakukan konvoi menuju makam Raja Mokole Lakidende untuk melaksanakan ziarah atau Mebubusi.

Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan prosesi Mombesara serta penganugerahan gelar adat oleh Majelis Kerajaan Laiwoi yang dihadiri Raja Laiwoi XI, YPM H.R.H. Endry Irwan Tekaka Saosao. Dalam prosesi tersebut, gelar adat Anakia Ndonia Lipu I Konawe II turut diberikan.

Setelah prosesi ziarah dan penganugerahan gelar adat selesai, kegiatan berlanjut di Markas Besar Tamalaki Wonua Konawe dengan sejumlah agenda adat dan organisasi.

Salah satu agenda utama ialah pemberian gelar adat dari Kerajaan Konawe kepada YPM Dr. H. Lukman Abunawas, S.H., M.Si., M.H., dengan gelar Anakia Ndamalaki Sara Wuta I Konawe, yang bermakna bangsawan kesatria penjaga adat di Tanah Konawe.

Selain itu, dilakukan penganugerahan gelar adat dari Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Adat Tolaki berdasarkan Surat Keputusan Nomor 152/KPTS/DPP/LAT/IX/2026 tentang penganugerahan gelar adat Suku Tolaki.

Gelar Ananiawo Tamalaki Lipu Wuta I Konawe, yang bermakna generasi muda pemberani pembela negeri di Tanah Konawe, dianugerahkan oleh Ketua Umum DPP Lembaga Adat Tolaki, Dr. H. Lukman Abunawas. Penyerahan gelar tersebut dilaksanakan oleh Dr. Adrian Tawai, S.Sos., M.Si., selaku Wakil Ketua Umum I DPP Lembaga Adat Tolaki yang menerima mandat.

Usai prosesi penganugerahan, seluruh peserta mengikuti doa bersama sebagai bentuk rasa syukur atas hari jadi organisasi dan gelar adat yang diterima. Tradisi tersebut dilaksanakan melalui mobasa-basa salama, sebuah kebiasaan masyarakat Tolaki dalam memanjatkan doa dan ungkapan syukur.

Suasana perayaan semakin semarak dengan ucapan selamat hari jadi dari Sekretaris Umum DPP Lembaga Adat Tolaki, Dr. Basrim Melamba, S.Pd., B.A. Pada kesempatan yang sama, ia menyerahkan buku berjudul Ta’awu kepada Tamalaki Wonua Konawe.

Organisasi tersebut juga menerima piagam penghargaan dari sejumlah lembaga, yakni Majelis Adat Indonesia, Relawan Tanggap Bencana Sulawesi Tenggara, dan Yayasan Angkatan Muda Bumi Anoa.

Dalam rangkaian acara yang sama, Tamalaki Wonua Konawe memaparkan laporan tahunan organisasi. Berdasarkan laporan tersebut, organisasi ini telah memperoleh 16 penghargaan dan melaksanakan 14 kali kegiatan pendidikan dasar atau pengkaderan.

Sebagai bentuk apresiasi terhadap kontribusi anggota, panitia turut menyerahkan sertifikat kepada kader-kader yang dinilai berprestasi selama satu tahun terakhir.

Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah undangan dari organisasi Tamalaki dan organisasi kepemudaan lainnya. Berdasarkan keterangan panitia, jumlah kader Tamalaki Wonua Konawe yang hadir diperkirakan mencapai sekitar 2.000 orang.

Asrif Banasuru berharap, memasuki usia kelima, Tamalaki Wonua Konawe semakin solid dan terus berperan dalam menjaga serta melestarikan warisan leluhur masyarakat Tolaki.

Ia juga berharap momentum hari jadi tersebut menjadi penguat kebersamaan seluruh kader dalam mempertahankan nilai-nilai adat dan budaya Konawe agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.