hainews.co.id – Pemerintah pusat dan pemerintah daerah mulai melakukan langkah rekonstruksi Desa Adat Sade di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), setelah kawasan tersebut dilanda kebakaran yang menghanguskan ratusan bangunan.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan, proses revitalisasi Desa Adat Sade tidak hanya berfokus pada pembangunan kembali bangunan yang terbakar. Pemerintah juga akan memperkuat sistem mitigasi dan antisipasi kebakaran untuk mencegah terulangnya musibah serupa.

“Tentu kita akan revitalisasi, tapi kita berharap harus ada mitigasi, antisipasi supaya tidak terulang kembali karena ini banyak bahan-bahannya itu yang mudah terbakar,” kata Fadli saat ditemui media seusai acara “Pengumuman Sayembara Produksi Film Narasi Kepahlawanan” di Jakarta, Jumat (4/9) malam.

Sebanyak 167 bangunan di Desa Adat Sade dilaporkan hangus terbakar dan kini secara bertahap memasuki proses rekonstruksi. Pemerintah mewajibkan rancangan pembangunan kembali memperhatikan aspek keselamatan, termasuk mitigasi kebakaran dan penataan jarak antarbangunan.

Fadli mengatakan, pemerintah masih menunggu rancangan dari desainer atau arsitek yang telah ditunjuk untuk menyusun konsep revitalisasi. Penyusunan desain tersebut dilakukan dengan berkoordinasi bersama Pemerintah Provinsi NTB dan Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah.

“Juga jaraknya, kita nunggu hasil dulu dari desain dari desainer atau arsitek yang telah ditunjuk. Kita koordinasi terus dengan gubernur dan juga bupati di Lombok Tengah. Setelah siap desainnya, roadmap-nya segera kita laksanakan revitalisasi,” tuturnya.

Menurut Fadli, aspek keamanan menjadi salah satu perhatian utama karena sebagian material bangunan tradisional di Desa Adat Sade mudah terbakar. Karena itu, desain baru diharapkan tetap mempertahankan karakter dan nilai budaya masyarakat adat, namun dilengkapi dengan sistem perlindungan yang lebih baik terhadap risiko kebakaran.

Pemerintah juga menyayangkan hilangnya sejumlah artefak dan benda bersejarah akibat kebakaran. Revitalisasi diharapkan tidak sekadar mengembalikan bentuk fisik kawasan, tetapi juga menjaga keberlanjutan nilai sejarah, tradisi, dan identitas budaya Desa Adat Sade.

Di tingkat masyarakat, proses pembangunan kembali telah dimulai secara simbolis melalui Tradisi Nyemulak atau tanam tiang. Tradisi tersebut menjadi penanda dimulainya pembangunan fisik rumah adat dan masjid yang terdampak kebakaran.

Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri menyampaikan apresiasi kepada masyarakat dan para donatur yang turut membantu proses rekonstruksi. Dukungan tersebut dinilai penting agar warga yang terdampak dapat kembali menjalankan aktivitas sehari-hari secara normal.

Sementara itu, Gubernur NTB Lalu M Iqbal menegaskan bahwa rekonstruksi Desa Adat Sade merupakan bagian dari ikhtiar jangka panjang untuk mengembalikan kawasan tersebut sebagai pusat peradaban, sejarah, dan kebudayaan masyarakat Sasak.

Pembangunan kembali akan dilakukan secara transparan dan mengikuti ketentuan yang berlaku. Pemerintah berharap proses revitalisasi dapat menghasilkan kawasan Desa Adat Sade yang tetap autentik secara budaya sekaligus lebih aman dan tangguh terhadap ancaman kebakaran.

Dengan dimulainya rekonstruksi, pemerintah juga berharap aktivitas pariwisata di Desa Adat Sade dapat segera pulih. Kawasan yang selama ini menjadi salah satu destinasi wisata unggulan NTB itu diharapkan kembali siap menerima wisatawan dengan kondisi yang lebih aman, terawat, dan mampu melindungi warisan budaya untuk generasi mendatang.