Kayu yang dipilih biasanya adalah jenis kayu yang tahan terhadap serangan hama dan cuaca seperti kayu Ulin, Nangka ataupun Eboni.
Bentuk kapal ini yang khas dengan layar-layarnya yang besar menjadikannya sangat efektif untuk menangkap angin.
Hal ini juga mencerminkan ciri khas masyarakat maritim di tanah air yang mengerti betul bagaimana cara memanfaatkan kekuatan alam untuk keperluan sehari-hari.
Struktur badan kapal yang ramping dan panjang pun memberikan kestabilan ketika kapal sedang berlayar.
Pinisi tidak hanya berfungsi sebagai kapal perdagangan, namun juga sebagai sarana transportasi antarpulau dan tempat tinggal sementara bagi para pelaut.
Desain interior Pinisi yang dapat menampung muatan besar dan kru kapal membuatnya sangat populer di kalangan para pedagang.
Di era modern, meskipun teknologi kapal telah berkembang pesat, kapal ini tetap bertahan dan bahkan kini menjadi bagian dari daya tarik wisata.
UNESCO bahkan telah mengakui pembuatan kapal ini sebagai Warisan Budaya Takbenda, sebuah pengakuan penting terhadap teknik pembuatan kapal tradisional yang kaya akan nilai sejarah dan budaya.
1 Komentar