Semangka telah menjadi simbol dukungan untuk Palestina, terutama dalam konteks konflik terbaru antara Israel dan Hamas di Jalur Gaza pada Oktober 2023.

Meskipun penggunaan semangka sebagai simbol Palestina bukan hal baru, namun dalam beberapa pekan terakhir, popularitasnya semakin meningkat di berbagai platform media sosial.

Sejarah penggunaan semangka sebagai simbol Palestina bermula setelah Perang Enam Hari pada tahun 1967, ketika Israel menguasai Tepi Barat dan Gaza serta mencaplok Yerusalem Timur.

Pada saat itu, larangan pengibaran bendera Palestina oleh pemerintah Israel mendorong warga Palestina untuk menggunakan semangka sebagai alternatif.

Saat buah tersebut dibelah, warnanya mencerminkan warna nasional bendera Palestina: merah, hitam, putih, dan hijau.

Pemerintah Israel pada awalnya menanggapi tindakan ini dengan tegas, bahkan melarang penggunaan warna-warna tersebut.

Seniman Sliman Mansour bahkan mengungkapkan bahwa pada tahun 1980, pameran seni di Ramallah yang menampilkan karyanya dan karya seniman lain ditutup oleh pejabat Israel.