hainews.co.id – Pemerintah mendorong penguatan ekosistem usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui perluasan ruang kolaborasi serta akses pembiayaan. Upaya tersebut dilakukan melalui peluncuran Perintis Berdaya Connect (PBC) di Kota Batu, Jawa Timur, dan penyaluran pembiayaan bagi pedagang pasar di Jakarta.

Perintis Berdaya Connect resmi diluncurkan di Kota Batu pada Rabu (26/8/2026). Program tersebut dirancang sebagai ruang kolaborasi yang mempertemukan pelaku UMKM dan ekonomi kreatif dengan berbagai program pemerintah maupun mitra usaha.

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat A. Muhaimin Iskandar mengatakan PBC diharapkan dapat memperluas akses pemberdayaan ekonomi sekaligus mendorong pelaku usaha mikro dan kecil agar mampu meningkatkan kapasitas bisnisnya.

Menurut Muhaimin, keberadaan ekosistem usaha yang terintegrasi menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Kota Batu diharapkan dapat menjadi salah satu contoh daerah yang mampu membangun lingkungan usaha yang saling terhubung dan mendukung perkembangan pelaku UMKM.

Penguatan UMKM juga dilakukan melalui sektor perbankan. Di Jakarta, Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menyaksikan penandatanganan akad kredit massal Bank Jakarta bagi 100 pedagang di Pasar Induk Kramat Jati pada 1 September 2026.

Program tersebut memberikan akses pembiayaan dengan plafon hingga Rp500 juta. Pembiayaan diharapkan dapat memberikan kepastian modal kerja bagi pedagang sekaligus membantu mereka mempertahankan dan mengembangkan kegiatan usaha.

“Hari ini kita memperluas akses pembiayaan bagi pedagang pasar induk di Kramat Jati ini. Ini penting sekali, karena pedagang membutuhkan kepastian modal kerja untuk menjaga keberlangsungan usaha,” ujar Rano, Selasa (1/9/2026).

Menurut Rano, akses pembiayaan menjadi salah satu kebutuhan utama pedagang pasar untuk menjaga arus usaha sekaligus meningkatkan kapasitas bisnis. Dukungan permodalan juga diharapkan dapat membantu pelaku usaha menghadapi kebutuhan operasional dan mengembangkan skala usahanya.

Hingga Juni 2026, Bank Jakarta tercatat telah menyalurkan pembiayaan kepada pedagang pasar sebesar Rp326 miliar. Penyaluran tersebut didukung 243 Sentra Mikro yang tersebar di berbagai wilayah Jakarta.

Pembiayaan tersebut mencakup skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) maupun pembiayaan non-KUR. Kehadiran berbagai pilihan pembiayaan diharapkan dapat memperluas akses permodalan bagi pelaku usaha sesuai dengan kebutuhan dan kapasitas masing-masing.

Penguatan UMKM melalui PBC dan pembiayaan perbankan menunjukkan pentingnya pendekatan yang saling melengkapi. Ruang kolaborasi memberikan akses terhadap program, jaringan, dan pendampingan, sementara pembiayaan menyediakan modal yang dibutuhkan untuk menjalankan dan mengembangkan usaha.

Sinergi antara pemerintah, perbankan, pelaku usaha, dan mitra ekonomi diharapkan dapat menciptakan ekosistem UMKM yang lebih kuat dan kompetitif. Dengan akses pemberdayaan dan permodalan yang semakin luas, pelaku usaha di daerah diharapkan mampu naik kelas serta memberikan kontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi lokal.